Politikus PKS Dukung Anies Baswedan Soal Penggunaan Toa
TEMPO.CO | 16/01/2020 09:54
Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di DPRD DKI Abdurrahman Suhaimi. TEMPO/M Julnis Firmansyah
Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di DPRD DKI Abdurrahman Suhaimi. TEMPO/M Julnis Firmansyah

TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Abdurrahman Suhaimi mendukung langkah Gubernur DKI Anies Baswedan, menambah toa atau pengeras suara untuk sistem peringatan dini bencana. "Pada prinsipnya bagus (menambah toa), teknisnya Pemprov silahkan supaya masyarakat lebih aware," kata Suhaimi saat dihubungi, Rabu, 15 Januari 2020.

Anggota Fraksi PKS DKI itu mengatakan penggunaan toa bakal menjadi pelengkap sistem peringatan dini yang dikeluarkan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika. Sebelumnya informasi banjir didistribusikan pemerintah melalui berbagai saluran informasi di media sosial.

Dengan memadukan sistem informasi digital melalui media sosial atau internet hingga yang konvensional menggunakan toa, menjadikan kabar peringatan dini bencana lebih cepat terdistribusi ke daerah rawan. "Masyarakat jadi lebih cepat tahu. Kalau dipadukan akan bagus untuk masyarakat," ujarnya.

Menurut Suhaimi, informasi menggunakan toa dianggap mempermudah masyarakat mengetahui langsung kabar yang diberikan pemerintah. Sebab, mereka bisa mendengar langsung, tanpa harus melihat media sosial atau saluran informasi digital lainnya.

Menurut Suhaimi, tidak semua masyarakat mengakses internet dan media sosial setiap waktu. "Sebagai langkah untuk mempermudah memberi informasi ke masyarakat, saya kira baik-baik saja."

Sebelumnya, Anies mengatakan akan memanfaatkan toa atau pengeras suara untuk menginformasikan potensi banjir. "Nanti langsung ke masyarakat berkeliling menggunakan toa (pengeras suara) untuk memberitahu semuanya," ujarnya.

Menurut Anies, peringatan dini saat banjir kemarin telah pemerintah informasikan melalui media sosial. Tapi menurut mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu, tidak semua mendapatkan informasi yang disebar melalui media sosial. "Malam hari diberitahunya lewat HP. Akhirnya sebagian tidak dapat informasi."


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT