Dewi Tanjung Hingga Abu Janda, Mereka yang Ingin Anies Lengser
TEMPO.CO | 16/01/2020 04:23
Permadi Arya atau Abu Janda. twitter.com/permadiaktivis
Permadi Arya atau Abu Janda. twitter.com/permadiaktivis

TEMPO.CO, Jakarta - Banjir yang terjadi pada 1 Januari 2020 di sejumlah wilayah DKI Jakarta, membuat sejumlah kelompok masyarakat menggelar aksi demonstrasi di depan Balai Kota, Jakarta Pusat. Dalam aksi yang menuntut Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk mundur itu, tercatat tiga orang yang getol mempengaruhi opini massa. 

 

Berikut ini merupakan ketiga sosok yang meminta Anies Baswedan mundur dari jabatannya. 

 

1. Dewi Tanjung

Kader PDI P Dewi Tanjung (kerudung merah) saat melaporkan penyidik KPK Novel Baswedan atas tuduhan rekayasa penyiraman air keras ke Polda Metro Jaya, Rabu 6 November 2019. TEMPO/TAUFIQ SIDDIQ 

Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Dewi Tanjung terlihat ikut berorasi pada demonstrasi di depan Balai Kota, Jakarta Pusat, Selasa, 14 Januari 2020. Mengenakan pakaian serba hitam, Dewi menuntut Anies untuk mundur dari jabatannya. 

 

Selain itu, dalam orasinya Dewi mengancam pihaknya akan terus menggelar demo hingga Anies lengser. 

 

"Kami akan terus beraksi. Kita nanti aksi ke DPRD, kita juga akan aksi hingga Kemendagri, dan kalau perlu bertemu Presiden," ujar Dewi 

 

Selain itu, Dewi Tanjung mengatakan aksi tersebut merupakan langkah untuk menunjukkan kepada Anies bahwa terdapat masyarakat yang jengah atas kinerja Anies, yang dinilai tidak produktif selama menjabat dalam dua tahun terakhir.

 

"Yang penting sekarang Anies Baswedan sudah tahu rakyat bosan dan jengah melihatnya (Anies)," ujar Dewi Tanjung.

 

2. Abu Janda

 

Politikus Abu Janda ikut berpartisipasi dalam demo di sekitar Patung Kuda, Jakarta Pusat, pada Selasa lalu, 14 Januari 2020. . Dalam orasinya, pria bernama asli Permadi Arya itu tak cuma meminta Anies untuk mundur, tetapi juga membandingkan kinerjanya dengan mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahja Purnama atau Ahok. 

 

Abu Janda menyatakan bahwa kesalahan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan hingga menyebabkan banjir di Jakarta lantaran tidak meneruskan program Ahok, yaitu normalisasi sungai.

 

"Yang diinginkan oleh warga DKI kerja pak Ahok diteruskan terkait normalisasi sungai," ujar Abu Janda. 

 

Dia menilai jika program Normalisasi Ahok diteruskan oleh Anies saat menjabat gubernur DKI, maka banjir yang melanda Jakarta awal tahun lalu tidak akan parah.

 

"Normalisasi belum dilakukan sehingga terjadi banjir, kalau dinormalisasi maka tidak akan ada banjir separah ini," ujarnya

 

3. Sisca Rumandor

 

Sisca menjadi sosok yang menggerakkan dan sekaligus mengkoordinatori massa yang mendemo Anies Baswedan pada Selasa lalu 14 Januari 2020. Mengatasnamakan Suara Rakyat Bersatu, Sisca menggerakkan massa untuk menuntut Anies Baswedan turun dari jabatannya. 

 

Menurut Sisca, tak ada yang bisa menghalangi warga untuk menyampaikan aspirasinya. Sebab, undang-undang sudah mengatur hak warga menyampaikan pendapat di muka umum.

 

Oleh sebab itu, Sisca memastikan massa Suara Rakyat Bersatu tetap bergerak meski dihalangi sekelompok orang seperti yang terjadi saat aksi di depan Balai Kota, Jakarta Pusat, Selasa, 14 Januari 2020. "Itu tidak baik kalau untuk menjalankan hal yang sifatnya demokrasi," ucap dia.

 

 

 

 

 


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT