Akses Jalan Mulai Terbuka Menuju Lokasi Longsor di Sukajaya
TEMPO.CO | 12/01/2020 21:39
Warga melintasi akses jalan yang sudah dapat dibuka di Desa Harkat Jaya, Sukajaya, Bogor, Jawa Barat, Kamis 9 Januari 2020. Sejumlah desa yang terisolasi di Kecamatan Sukajaya sudah mulai bisa diakses kendaraan setelah sebelumnya beberapa titik jalan tert
Warga melintasi akses jalan yang sudah dapat dibuka di Desa Harkat Jaya, Sukajaya, Bogor, Jawa Barat, Kamis 9 Januari 2020. Sejumlah desa yang terisolasi di Kecamatan Sukajaya sudah mulai bisa diakses kendaraan setelah sebelumnya beberapa titik jalan tertutup tanah longsor. ANTARA FOTO/Galih Pradipta

TEMPO.CO, Bogor - Incident Commander (IC) bencana Kabupaten Bogor, Letnan Kolonel Infanteri Harry Eko Sutrisno, menyebut sebanyak 20 akses jalan menuju desa paling terisolir di Sukajaya sudah terbuka. Desa itu ialah Cileksa. 

Harry menyatakan masih tersisa 10 akses jalan lagi yang harus dipulihkan. Menurut dia, jika kondisi cuaca bagus dan cerah seperti Ahad, 12 Januari 2020, kemungkinan hanya butuh sehari untuk memulihkan sisa jalan yang terputus. "Tinggal sepuluh yang belum. Kami manfaatkan cuaca bagus," ucap Harry di Sukajaya, Kabupaten Bogor, Ahad 12 Januari 2020.

Harry mengatakan pembukaan akses jalan terputus dilakukan oleh dinas Pekerjaan Umum (PU) sehingga untuk perbaikan jalan ke depannya dinas juga yang bertanggung jawab. Ia berharap dengan pulihnya akses jalan warga bisa beraktivitas kembali.

Kendati sejumlah akses jalan sudah terbuka namun kendaraan yang bisa melintas amat terbatas. Oleh sebab itu, kata Harry, distribusi bantuan masih diutamakan melalui udara dan darat. Menurut dia, kendaraan yang hanya bisa melintas di jalan menuju Sukajaya hanya berjenis double gardan atau jenis 4x4. "Karena jalan masih licin dan berlumpur," tuturnya.

Harry pun menghimbau kepada warga dan relawan yang ingin membantu dan menggunakan kendaraan hanya bisa sampai posko utama Cibinong atau posko Lapangan Sukajaya. Pembatasan itu dilakukan karena lalu lintas menuju Sukajaya menjadi padat akibat penumpukan kendaraan para relawan yang ingin mendistribusikan bantuan secara langsung.

"Jangan sampai membuat masalah baru, percayakan sama kami," kata Harry. Ia juga meminta kepada warga agar mengirim bantuan ke posko-posko resmi untuk menghindari salah sasaran atau penyalahgunaan.

M.A MURTADHO


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT