Puan Maharani: PDIP Berhak Melakukan PAW Anggota DPR
TEMPO.CO | 11/01/2020 12:37
Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Puan Maharani meninjau Pameran Rempah-Rempah di Rakernas PDIP di Jiexpo Kemayoran, Jakarta, Sabtu 11 Januari 2020. Tempo/ Fikri Arigi.
Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Puan Maharani meninjau Pameran Rempah-Rempah di Rakernas PDIP di Jiexpo Kemayoran, Jakarta, Sabtu 11 Januari 2020. Tempo/ Fikri Arigi.

TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Bidang Politik Hukum dan Keamanan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Puan Maharani mengatakan partainya berhak melakukan pergantian antarwaktu (PAW) kadernya di parlemen.

“Kami menghargai dan menghormati proses hukum dan kemudian hukum yang sudah berlaku. Namun, saya juga harus sampaikan, sesuai dengan undang-undang yang berlaku, partai itu memiliki hak untuk kemudian melakukan pergantian antarwaktu,” kata Puan di sela-sela meninjau Pameran Rempah-Rempah pada Rakernas PDIP di Jiexpo Kemayoran, Jakarta, Sabtu 11 Januari 2020.

Sebelumnya PDIP menempuh jalur hukum ke Mahkamah Agung untuk mengalihkan suara kadernya Nazarudin Kiemas yang meninggal kepada Harun Masiku. MA kemudian mengabulkan permintaan itu.

Puan enggan menjawab pertanyaan apakah ada dorongan dari partai untuk melakukan PAW terhadap Riezky Aprilia untuk diganti oleh Harun Masiku. Ia meminta agar wartawan menanyakannya langsung kepada ketua partai atau sekretaris jenderal. “Itu ditanyakan ke pimpinan partai atau Sekjen.”

Nama PDIP disebut-sebut sehubungan dengan Komisi Pemberantasan Korupsi menangkap tangan Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan. Wahyu ditangkap karena kasus suap untuk melancarkan rencana PAW Riezky Aprilia.

Riezky menjadi anggota DPR RI menggantikan Nazarudin Kiemas yang meninggal sebelum Pemilu atas hasil rapat pleno KPU. Namun PDIP diduga menginginkan kursi warisan Nazarudin Kiemas ini dialihkan kepada Harun Masiku. PDIP diduga merekomendasikan Harun sebagai PAW, sedangkan KPU menetapkan Riezky Aprilia sebagai anggota DPR karena dianggap berhak sebagai pemilik suara terbanyak kedua setelah Nazarudin Kiemas.

 


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT