Banjir dan Longsor di Lebak, 17.200 Orang Mengungsi
TEMPO.CO | 06/01/2020 07:17
Sejumlah warga mengungsi di tempat yang lebih aman dari pergerakan longsor di Kampung Muhara, Lebak, Banten, Sabtu, 4 Januari 2020. ANTARA
Sejumlah warga mengungsi di tempat yang lebih aman dari pergerakan longsor di Kampung Muhara, Lebak, Banten, Sabtu, 4 Januari 2020. ANTARA

TEMPO.CO, Lebak - Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Lebak mencatat jumlah pengungsi akibat banjir bandang dan longsor di wilayah tersebut mencapai 17.200 jiwa atau 4.368 kepala keluarga (KK). Bencana itu melanda 12 desa di enam kecamatan.

"Semua warga yang terdampak bencana alam itu ditampung di delapan posko pengungsian," kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lebak Kaprawi saat dihubungi di Lebak, Ahad, 5 Januari 2020.

Kedelapan Posko Pengungsian itu, di antaranya Posko Pengungsian Gedung PGRI Kecamatan Sajira, Posko Pengungsian Nangela Desa Calungbungur Kecamatan Sajira, Posko Pengungsian Desa Tambak Kecamatan Cimarga, Posko Pengungsian Kantor Kecamatan Cipanas, Posko Pengungsian Kecamatan Curugbitung, dan Posko Pengungsian Gedung Serba Guna Kecamatan Lebak Gedong.

Menurut Kaprawi, para korban telah mengungsi sejak bencana terjadi pada Rabu, 1 Januari lalu. Sebanyak 1.000 rumah warga mengalami rusak berat hingga rata dengan tanah.

"Kami mengutamakan penyaluran bantuan makanan dan kesehatan sebagai pelayanan dasar agar tidak menimbulkan kerawanan pangan dan serangan penyakit menular," kata Kaprawi.

Menurut Kaprawi, bencana banjir bandang dan tanah longsor terparah terjadi di perkampungan di Kecamatan Lebak Gedong. Sebab, lokasi tersebut dekat pertambangan liar di kaki gunung Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS) dan aliran Sungai Ciberang.

Saat ini, kata Kaprawi, pihaknya bersama TNI, Basarnas, Polri dan relawan fokus melakukan penanganan bencana dengan cepat sehingga dapat mengurangi risiko kebencanaan. Penyaluran bantuan logistik kepada para korban juga terus dilakukan untuk memastikan kebutuhan warga terpenuhi.

"Kami berharap warga yang tinggal di pengungsian agar menjaga kesehatan dan menjaga kebersihan agar tidak menimbulkan penyakit," kata Kaprawi.

Sementara itu, Aminah, warga di Posko Pengungsian Desa Banjar Irigasi Kecamatan Lebak Gedong mengaku bahwa mereka para pengungsi di sini terpenuhi kebutuhannya, seperti makanan dan pakaian. Ia pun mengaku belum terpikir untuk pulang ke rumahnya karena kondisi permukimannya yang rusak berat. "Kami belum memikirkan untuk kembali ke rumah, karena kondisi perkampungan yang hanyut diterjang banjir bandang dan longsor," kata dia.

Adapun bencana banjir bandang dan longsor di Lebak melanda warga Kecamatan Lebak Gedong, Cipanas, Sajira, Curug Bitung, Maja dan Kecamatan Cimarga.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT