Macet di Jalur Puncak, PKL Raup Untung Hingga Rp 500 Ribu Perhari
TEMPO.CO | 26/12/2019 05:26
Para pedagang saat mengais rezeki di titik penutupan one way di KM. 45 Jagorawi, Kabupaten Bogor, Rabu 25 Desember 2019. TEMPO/M.A MURTADHO
Para pedagang saat mengais rezeki di titik penutupan one way di KM. 45 Jagorawi, Kabupaten Bogor, Rabu 25 Desember 2019. TEMPO/M.A MURTADHO

TEMPO.CO, Bogor - Penerapan sistem satu arah atau one way di jalur Puncak, ternyata membawa berkah bagi warga setempat khususnya para pedagang kaki lima. Salah seorang pedagang gorengan, Hartono 55 tahun, mengatakan dalam dua hari ini dirinya bisa meraup keuntungan sekitar Rp 300 ribu hingga Rp 500 ribu dengan berjualan di titik penutupan.

"Ya alhamdulillah, adanya one way ini saya bisa berjualan laris disini," ucap Hartono ditemui di titik penutupan Jagorawi, KM 45, Kabupaten Bogor, Rabu 25 Desember 2019.

Hartono mengatakan biasa dirinya berjualan di pasar Ciawi dari pagi hingga sore, keuntungannya berkisar di angka Rp 200 ribu hingga Rp 250 ribu. Dia sengaja berjualan di titik penutupan jalur karena tahu bahwa di sana akan terjadi kerumunan massa yang membutuhkan makanan.

Jika biasanya dia berjualan hingga sore, dalam dua hari ini, Hartono mengaku berjualan tak lebih dari 3 jam saja. "Kalau disini 2 atau 3 jam dagangan saya habis, pulang deh istirahat," katanya.

Pedagang lainnya, Farida, juga mengaku mendapatkan berkah dari kebijakan satu arah tersebut. Penjual kopi itu mengaku bisa menjual 70 - 80 gelas dalam 5 jam. Farida mengaku hanya berjualan kopi di saat jalur puncak padat seperti akhir tahun ini. Biasanya, dia hanya seorang ibu rumah tangga biasa.

"Ya namanya juga usaha, ada aja yang beli," ujarnya.

Tak hanya pedagang, rejeki dadakan juga dirasakan Suparman. Pria yang sehari-hari bekerja sebagai tukang ojek itu beralih profesi menjadi pemandu jalan bagi wisatawan yang tak mau bermacet-macetan. Caranya, dia mengalihkan kendaraan pengunjung untuk masuk ke jalur alternatif melalui perkampungan.

Taruf yang dia patok pun cukup lumayan, mulai dari Rp 150 ribu hingga Rp 250 ribu per mobil. Dalam satu hari, dia mengaku bisa memandu tiga hingga empat kendaraan.

"Jadi kalau ini (memandu), satu kendaraan setara dengan ngojek seharian," ucap Suparman.

Polres Bogor memang memberlakukan sistem buka tutup di jalur puncak pada liburan Natal dan Tahun Baru 2020. Kebijakan tersebut diberlakukan agar tak terjadi penumpukan kendaraaan di kawasan Puncak yang akhirnya membuat kondisi jalan semakin semrawut.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT