Jusuf Kalla Minta Ikatan Dai Indonesia Bikin Kurikulum Dakwah
TEMPO.CO | 30/01/2018 14:52
Jusuf Kalla Minta Ikatan Dai Indonesia Bikin Kurikulum Dakwah
Wakil Presiden Jusuf Kalla menerima kunjungan Ikatan Dai Indonesia (Ikadi) di Kantor Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta, 30 Februari 2018. TEMPO/Ahmad Faiz

TEMPO,CO, Jakarta - Ketua Umum Ikatan Dai Indonesia (Ikadi) Ahmad Satori Ismail mengatakan pihaknya akan mengundang Wakil Presiden Jusuf Kalla dalam silaturahmi nasional pada 2-4 Maret 2018 di Padang, Sumatera Barat. Satori dan sejumlah pengurus Ikadi datang ke Kantor Wakil Presiden untuk secara langsung mengundang Kalla menghadiri acara ini.

Ia berujar dalam pertemuan dengan Kalla tadi, Ikadi mendapat arahan agar membuat dakwah yang efektif. Caranya, kata dia, dengan membuat kurikulum dan silabus dalam berdakwah.

Baca juga: JK Yakin Proyek Makassar New Port Rampung Sebelum Akhir 2018

"Dan juga ingin melakukan kerja sama antara Ikadi dengan DMI (Dewan Masjid Indonesia) dalam rangka menyiapkan dan meningkatkan masalah kurikulum tadi," katanya di Kantor Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta, Selasa, 30 Januari 2018.

Satori menuturkan pihaknya mengambil tema "Penguatan Dakwah Rahmatan lil Alamin dan Perekat Bangsa" di acara silaturahim nasional ini. "Jadi kami ingin optimalisasi peran dan kontribusi Ikadi dalam dakwah. Kami mengundang pula panglima TNI, Ketua MUI, dan Ketua Muhammadiyah," ucapnya.

Menurut Satori, Indonesia butuh peran umat Islam untuk merekatkan keanekaragaman yang ada. Bila hal ini terlaksana, maka sesama masyarakat Indonesia akan saling bahu-membahu membangun bangsa ini menjadi lebih bermartabat.

Ikadi juga ingin menghadirkan satu sistem di bidang dakwah yang bisa mengarahkan masyarakat makin mengerti keragaman di Indonesia. "Juga saling melaksanakan agamanya dengan baik," katanya.

Acara silaturahmi nasional yang mengundang Jusuf Kalla ini rencananya akan diikuti oleh 500 dai dari seluruh provinsi di Indonesia. Mereka akan membahas tiga hal, yaitu bagaimana dakwah bidang ekonomi, dakwah global, dan ajakan agar dai menggunakan media sosial secara baik sehingga bisa menyampaikan Islam secara indah, dan secara baik.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT