Filipina Bebaskan Dua WNI Sandera Abu Sayyaf, Satu Tentara Gugur
TEMPO.CO | 22/12/2019 18:00
Militer pemerintah Filipina melakukan razia, memeriksa sejumlah kendaraan yang melintas di pusat kota Pantar, Lanao del Norte, Filipina, 24 Mei 2017. Salah satu anggota militan ISIS yang menduduki Marawi, terdapat seorang pemimpin pemberontak Abu Sayyaf b
Militer pemerintah Filipina melakukan razia, memeriksa sejumlah kendaraan yang melintas di pusat kota Pantar, Lanao del Norte, Filipina, 24 Mei 2017. Salah satu anggota militan ISIS yang menduduki Marawi, terdapat seorang pemimpin pemberontak Abu Sayyaf bernama Isnilon Hapilon. REUTERS

TEMPO.CO, Jakarta - Tentara Filipina membebaskan dua pelaut WNI yang diculik kelompok Abu Sayyaf selama serangan Ahad subuh.

Seorang tentara dan seorang militan kelompok Abu Sayyaf tewas dalam baku tembak selama 30 menit di kota pegunungan Panamao di pulau selatan Jolo, dikutip dari Channel News Asia, 22 Desember 2019.

"Selama baku tembak, kedua korban berhasil melarikan diri (dari para militan) dan kami dapat menyelamatkan mereka," kata komandan militer Letnan Jenderal Cirilito Sobejana.

Kedua sandera yang dibebaskan termasuk di antara tiga pelaut Indonesia yang diculik oleh gerilyawan pada September di perairan Malaysia dekat ujung selatan pulau Mindanao Filipina.

Sobejana mengatakan operasi militer sedang berlangsung untuk menyelamatkan sandera Indonesia lainnya.

"Dia bisa saja melarikan diri atau gerilyawan masih menahannya, jadi kami akan melakukan serangan lagi," kata Sobejana.

Ketiga WNI tersebut telah disandera oleh kelompok Abu Sayyaf selama 90 hari.

Menurut Kementerian Luar Negeri RI, 2 WNI atas nama SM dan ML berhasil dibebaskan. Sementara, satu sandera WNI atas nama MF masih disandera.

Pemerintah Indonesia menyampaikan apresiasi atas kerja sama Pemerintah Filipina yang baik, sekaligus menyampaikan dukacita atas gugurnya satu personel militer Filipina dalam operasi tersebut.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT