Ada MRT, Perekonomian DKI Diprediksi Tumbuh 6,1 Persen pada 2020
TEMPO.CO | 22/12/2019 18:50
Moda Raya Terpadu Jakarta meluncurkan Kartu Jelajah Berganda (Multi Trip) di Terowongan Kendal, Dukuh Atas, Jakarta Pusat, 6 Desember 2019. Tempo/Imam Hamdi
Moda Raya Terpadu Jakarta meluncurkan Kartu Jelajah Berganda (Multi Trip) di Terowongan Kendal, Dukuh Atas, Jakarta Pusat, 6 Desember 2019. Tempo/Imam Hamdi

TEMPO.CO, Jakarta - Pembangunan MRT Jakarta dan LRT diprediksi akan mendorong perekonomian DKI Jakarta tumbuh 6,1 persen pada 2020. Pertumbuhan ekonomi ibu kota ini dapat memberi kontribusi 17,72 persen terhadap ekonomi nasional.

"Pembangunan infrastruktur di Provinsi DKI terutama MRT dan LRT fase dua Jakarta masih menjadi garda terdepan pertumbuhan ekonomi," kata Kepala Biro Perekonomian Provinsi DKI Jakarta M Abbas di Jakarta, Sabtu 21 Desember 2019. 

Dalam diskusi ekonomi yang diselenggarakan Kadin Jaya itu, Abbas mengatakan pembangunan infrastruktur termasuk dalam investasi pemerintah diharapkan dapat memberikan dampak signifikan terhadap pertumbuhan di tahun 2020 yang diperkirakan mengalami tekanan.

Pemprov DKI Jakarta akan terus mendorong kinerja ASN untuk mengoptimalkan penyerapan anggaran caranya kalau sampai serapan di bawah 80 persen maka tidak akan mendapat tunjangan kerja daerah (TKD).

Pemprov DKI juga telah menandatangani kerja sama dengan delapan penyedia aplikasi (aplikator) untuk mendorong pertumbuhan UMKM di Jakarta. Saat ini kuliner masih menjadi penyumbang tertinggi PDB DKI Jakarta.

Program kerja berikut di 2020 Pemprov DKI Jakarta akan terus menekan angka inflasi yang selama ini masih di atas rata-rata nasional.

"Salah satunya dengan mengaktifkan BUMD Food Station untuk menjaga permintaan di sektor pangan," kata Abbas.

Indikatornya dari hasil stok di gudang Bulog masih aman dan untuk tahun ini dapat dikendalikan inflasi 5,9 sampai 6,3 persen.

Ketua Umum Kadin DKI Jakarta, Diana Dewi berharap mendapat dukungan dari Pemprov DKI berupa kemudahan perizinan bagi ribuan badan usaha di DKI untuk membantu mendorong perekonomian ibu kota. Diharapkan Pemprov DKI membuat standar operasi dan prosedur. "Kalau sudah ada tolong dapat disosialisasikan kepada Kadin DKI Jakarta," katanya.

Kadin DKI Jakarta menyatakan kesiapan anggotanya untuk menghadapi kondisi perekonomian pada 2020. Untuk itu pihaknya akan menjalin kerja sama dengan pemerintah daerah, perbankan dan BUMD. "Dari 6.000 badan usaha yang tercatat di DKI Jakarta sebanyak 90 persen merupakan UMKM. Sehingga sudah sepatutnya bagi Pemprov DKI Jakarta memberikan dukungan mengingat sektor ini merupakan tulang punggung ekonomi," kata Diana.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT