Kurangi Risiko Kanker, Laki-laki Ini Operasi Pengangkatan Lambung
TEMPO.CO | 21/12/2019 09:44
Alex, 37 tahun, melakukan operasi pengangkatan perut untuk meminimalkan risiko sakit kanker akibat mutasi gen. Sumber: Jalelah Abu Baker
Alex, 37 tahun, melakukan operasi pengangkatan perut untuk meminimalkan risiko sakit kanker akibat mutasi gen. Sumber: Jalelah Abu Baker

TEMPO.CO, Jakarta - Alex, 37 tahun, memutuskan melakukan operasi pengangkatan lambung demi mengurangi risiko terserang penyakit kanker. Langkah itu diambilnya setelah dia mengetahui secara genetik dia berisiko tinggi terkena kanker payudara lobular dan kanker lambung difus, yakni sejenis kanker merusak jaringan perut.

Dikutip dari channelnewsasia.com, Alex, bukan nama sebenarnya, menjalani operasi pengangkatan lambung pada Mei 2015. Kondisi ini membuatnya sangat memilih-milih makanan dan makan lebih sedikit.   

Alex adalah warga negara Inggris yang sudah mendapat izin tinggal tetap di Singapura. Dia mengetahui dirinya berpotensi tinggi terkena kanker setelah menjalani tes kesehatan di Pusat Kanker Nasional Singapura pada 2014.

Awalnya, dia sudah menduga kalau dia memiliki potensi terserang kanker karena keluarganya memiliki riwayat mutasi genetik yang tinggi terhadap risiko kanker payudara lobular dan kanker lambung. 

Alex melihat dan mempelajari riwayat garis keturunan ayahnya, dimana pamannya meninggal enam bulan setelah didiagnosa terkena kanker lambung yang sudah menyebar. Sedangkan tantenya, mengalami kanker payudara lobular.        

Alex belum didiagnosa bakal terkena kanker perut atau yang dikenal juga kanker lambung, namun sejumlah dokter mengatakan jika Alex memiliki mutasi genetik itu maka dia memiliki peluang 80 persen terserang kanker.   

“Ketika hasil pengecekan keluar dan hasilnya positif (mutasi genetik), saya berpasrah diri. Maksudnya, saya sudah tahu hal ini akan terjadi,” kata Alex.    

Melihat kenyataan itu, Alex pun mengambil jalan ‘alternatif’, yakni mengangkat lambungnya yang dinilai sebagai jalan paling ‘mudah’ baginya. Langkah ini juga diambil setelah dia melihat kakaknya yang melakukan operasi pengangkatan pada 2014 setelah positif tubuhnya membawa mutasi gen. 

Operasi itu tidak berdampak pada kualitas hidup kakaknya, dimana dia masih bisa berlari, bahkan lomba berlayar. Setelah menjalani operasi pengangkatan lambung, Alex pun menjalani hidup sehat dengan berolah raga.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT