Ke Beijing, Menhan Prabowo Ingin Jalin Kerja Sama dengan Cina
TEMPO.CO | 16/12/2019 07:45
Dari kiri:  Panglima TNI Hadi Tjahjanto, Menteri Pertahanan Prabowo, dan Menko PMK Muhadjir Effendy mengikuti rapat terbatas di Kantor Presiden, Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat, 22 November 2019. TEMPO/Subekti.
Dari kiri: Panglima TNI Hadi Tjahjanto, Menteri Pertahanan Prabowo, dan Menko PMK Muhadjir Effendy mengikuti rapat terbatas di Kantor Presiden, Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat, 22 November 2019. TEMPO/Subekti.

TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Pertahanan Prabowo Subianto telah mulai melakukan kunjungan kerja ke Beijing, Cina pada Ahad, 15 Desember 2019. Ini merupakan kunjungan kerja pertama Prabowo ke Negeri Panda.

Di Cina, Prabowo akan membahas upaya-upaya yang dapat dilakukan bersama oleh kedua negara untuk meningkatkan kerja sama di bidang pertahanan.

Saat tiba di Beijing, Prabowo disambut Duta Besar RI untuk Cina Djauhari Oratmangun, Atase Pertahanan Kedutaan Besar RI di Beijing Brigadir Jenderal TNI Kuat Budiman, Mayor Jenderal Song Yanchao dari Direktorat Kerja Sama Militer Internasional China, dan pejabat Kementerian Pertahanan Nasional Cina. Wakil Kepala Perwakilan RI di Beijing Listyowati serta jajaran pejabat KBRI Beijing juga menyambut Prabowo. 

"Kunjungan ke Beijing ini direncanakan berlangsung selama 3 hari," sebut Djauhari seperti dilansir Antara.

Dalam kunjungan kerja ini, Prabowo akan menggelar pertemuan dengan Menteri Pertahanan Cina Jenderal Wei Fenghe dan Wakil Ketua Komisi Militer Pusat Cina Jenderal Xu Qiliang. Selain itu, dia dijadwalkan berkunjung ke State Administration for Science, Technology and Industry for National Defense (SASTIND) yang membawahi semua industri strategis dan pertahanan di Cina.

"Indonesia dan Cina selama ini telah menjalin kerja sama yang baik di bidang pertahanan, baik secara bilateral maupun dalam kerangka regional. Cina juga menjadi salah satu mitra Indonesia dalam modernisasi sistem pertahanan," kata Djauhari.

Dalam lawatan ini, Prabowo didampingi penasihatnya, Sjafrie Sjamsoeddin dan Suryo Prabowo, serta para pejabat Kementerian Pertahanan, Komando Pertahanan Udara Nasional, Komando Operasi TNI Angkatan Udara 2, Komando Pusat Persenjataan Kavaleri TNI Angkatan Darat, Komando Pusat Persenjataan Artileri Medan TNI Angkatan Darat, Komando Pusat Persenjataan Artileri Pertahanan Udara TNI Angkatan Darat, Komando Armada 1 TNI Angkatan Laut, dan Komando Sekolah Staf TNI.

BISNIS

 

REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT