Kebun Bambu Jadi Perumahan, Ular Kobra Diduga Tergusur di Bogor
TEMPO.CO | 15/12/2019 17:38
Petugas BPBD Kota Bogor sedang melakukan pencarian ular Kobra di perkebunan milik warga Kayu Manis, Kota Bogor, Sabtu 14 Desember 2019. Seekor anak ular Kobra berhasil ditangkap. Dok. BPBD
Petugas BPBD Kota Bogor sedang melakukan pencarian ular Kobra di perkebunan milik warga Kayu Manis, Kota Bogor, Sabtu 14 Desember 2019. Seekor anak ular Kobra berhasil ditangkap. Dok. BPBD

TEMPO.CO, Bogor - Seperti yang terjadi beberapa lokasi lain, kemunculan ular kobra sedang mencekam warga Kayu Manis, Tanah Sareal, Kota Bogor. Mereka menuding perubahan lahan kebun bambu menjadi kompleks perumahan di kawasan hulu Kali Angke sebagai penyebab ular-ular berbisa itu migrasi ke perkampungan sekitar.

Aris Basuki, warga Kayu Manis RT 03/01, bercerita bahwa awal mula kemunculan ular kobra saat warga setempat melakukan kerja bakti membersihkan lingkungan menjelang musim hujan, Sabtu 14 Desember 2019. Saat hendak membersihkan rumput dan semak belukar, warga mendapati sekumpulan anak ular kobra.

Ular-ular anakan itu disebutnya langsung berpencar. "Mereka masuk ke semak lainnya, mungkin bersembunyi," ucap Aris saat ditemui di kediamannya Kelurahan Cibadak, Tanah Sareal, Kota Bogor, Minggu 15 Desember 2019.

Aris mengungkap keterkejutannya karena biasanya warga setempat bertemu ular itu di kebunan bambu seberang perkampungan yang kini telah menjadi perumahan elit dan gedung sekolah. Warga menduga, habitat ular ikut tergusur. "Mereka pada pindah ke sini," katanya curiga.

Warga lainnya, Wandi Sugianto, 56 tahun, menguatkan dugaan asal muasal ular kobra itu. Menurutnya, di bawah kebun bambu itu mengalir hulu Kali Angke. 

Dia mengaku pernah menolong tetangganya yang digigit ular saat hendak buang hajat di aliran kali itu waktu subuh. Saat dipatuk, korban langsung dilarikan ke Rumah Sakit, namun nyawanya tidak tertolong. "Dulu itu dipatuk jam 4 subuh, meninggal jam 4 sore nya," ucap Wandi. 

Ular Kobra seukuran gagang cangkul yang ditangkap warga Bekasi, Kamis 12 Desember 2019. Tempo/Adi Warsono

Andi Suryana, warga lainnya, juga mengaku menemukan ular kobra berukuran panjang sekitar dua meter, tiga hari sebelum penemuan anak ular kobra Sabtu lalu. Andi mengatakan saat itu sedang berburu. Dia mengaku berpapasan dengan dua ekor ular kobra yang satu di antaranya berhasil ditembaknya. 

"Mungkin itu emak sama bapaknya dari anak-anak kobra yang kami temukan kemarin," kata Andi.

Hingga kini, penemuan ular-ular kobra itu membuat warga setempat ketakutan. Beberapa sibuk membersihkan sekitar rumahnya, terutama dari rerumputan liar.

Bersih-bersih mengikuti imbauan petugas dari Dinas Pemadam Kebakaran yang juga membantu penyisiran mencari ular-ular tersebut. Mereka baru mengevakuasi dua dari dugaan sepuluh anak ular kobra yang berpencar itu. 


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT