Putusan MK soal Koruptor di Pilkada, Tito Karnavian: Jalan Tengah
TEMPO.CO | 15/12/2019 09:06
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, 6 November 2019. TEMPO/Putri.
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, 6 November 2019. TEMPO/Putri.

TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menilai putusan Mahkamah Konstitusi memberikan jalan tengah dengan ada jeda 5 tahun bagi koruptor untuk maju dalam pilkada.

"Saya lihat keputusan MK mengambil jalan tengah," kata Tito Karnavian dalam acara Mukernas V Partai Persatuan Pembangunan di Grand Sahid Jaya Hotel, Jakarta  tadi malam, Sabtu, 14 Desember 2019.

Tito awalnya menjelaskan ihwal dua teori dalam pemidanaan.

Pertama ialah prinsip pembalasan yang dilakukan dengan menghukum orang yang bersalah. Hukuman dapat berupa penjara, denda, atau hukuman mati.

Prinsip kedua disebut Tito Karnavian sebagai konsep yang berkembang dalam ilmu kriminologi, yakni rehabilitasi.

Dalam teori ini, kata dia, hukum tidak memerangi orang yang berbuat jahat, melainkan perbuatan kejahatannya.

Adapun orang yang bertindak jahat dianggap sebagai penyimpangan.

"Bahwa yang salah itu perbuatannya, bukan orangnya. Fight the crime."

Mantan Kepala Kepolisian Republik Indonesia ini menyatakan teori ini  berlaku di Indonesia.

Di mencontohkan dengan perubahan penyebutan penjara menjadi lembaga pemasyarakatan.

Narapidana juga diubah menyebutannya menjadi warga binaan.

Tito Karnavian lantas mempersilakan mana yang akan dipilih dari dua teori itu dalam kaitannya dengan putusan MK.

Jika memilih teori pembalasan, mantan napi korupsi tak boleh mencalonkan diri kendati sudah bebas.

Sebaliknya, Menteri Tito melanjutkan, bila memakai teori rehabilitasi eks napi korupsi boleh mencalonkan diri.

Dasar pemikirannya eks napi perkara korupsi atau koruptor sudah selesai dibina sehingga harus diberi kesempatan.

Dia pun menyatakan Kementerian Dalam Negeri tak akan mengintervensi putusan MK tadi.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT