Beroperasi Hari Ini, Kendaraan Besar Dilarang Lewat Tol Japek II
TEMPO.CO | 15/12/2019 09:25
Presiden Joko Widodo saat meresmikan Jalan Tol Layang Jakarta – Cikampek (Japek II), Bekasi Timur, Jawa Barat, Kamis 12 Desember 2019. Jalan tol tersebut baru bisa digunakan publik sekitar 2-3 hari kemudian untuk memastikan kesiapan kebersihan dan kelengk
Presiden Joko Widodo saat meresmikan Jalan Tol Layang Jakarta – Cikampek (Japek II), Bekasi Timur, Jawa Barat, Kamis 12 Desember 2019. Jalan tol tersebut baru bisa digunakan publik sekitar 2-3 hari kemudian untuk memastikan kesiapan kebersihan dan kelengkapan rambu jalan. Meski dari aspek struktur Jalan Tol Japek II mampu untuk menahan kendaraan bertonase besar, namun akan tetap dilakukan pembatasan kendaraan di mana yang boleh melintas hanya kendaraan bertonase ringan yakni kendaraan Golongan I dan II. Hal ini terkait manajemen lalu lintas untuk menghindari terjadinya kemacetan akibat perlambatan kendaraan bertonase besar saat menanjak masuk jalan tol layang. TEMPO/Subekti.

TEMPO.CO, Jakarta - PT Jasa Marga Jalan Layang Cikampek menegaskan bahwa Tol Layang Jakarta-Cikampek II atau jalan tol Japek II hanya bisa dilalui untuk kendaraan golongan 1 non bus. "Untuk saat ini dan diharapkan seterusnya hanya untuk golongan 1 non bus," kata General Manager Traffic PT Jasa Marga Jalan Layang Cikampek (JJLC), Aprimon menjawab pers di pintu akses jalan tol itu di Simpang Susun Cikunir, Bekasi, Jawa Barat, Minggu pagi.

Menurut Aprimon, jika kendaraan besar melalui jalan tol Japek II dan kecepatannya tak sesuai harapan, akan berdampak pada laju lalu lintas yang ada.

Kedua, kata Aprimon, kendaraan besar biasanya sering gangguan sehingga evakuasinya lebih sulit dibandingkan kendaraan lebih kecil. "Otomatis hal itu akan berdampak pada kelancaran lalu lintas," kata Aprimon.

Karena itu, untuk memudahkan pengguna lalu lintas sebelum memasuki jalan tol layang ini dipasangi portal.

Corporate Communication & Community Development Group Head PT Jasa Marga (Persero) Tbk Dwimawan Heru menambahkan, secara desain sebetulnya jalan tol layang sepanjang 38 kilometer (km) ini untuk semua golongan kendaraan. "Mungkin nanti setelah masalah truk ODOL (over dimension over load) selesai, baru bisa," kata Heru.

Beberapa menit setelah 06.00 WIB pada Minggu beberapa kendaraan pribadi golongan 1 mulai menggunakan jalan layang tol Japek II ini. "Jalan tol layang ini diharapkan bisa membantu memperlancar untuk arus mudik Natal dan Tahun Baru 2020," kata Heru.

Jalan tol layang ini dioperasikan tanpa tarif sekaligus sebagai sosialisasi kepada masyarakat, sampai ada keputusan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terkait dengan penetapan tarifnya.

Sebelumnya, Heru mengingatkan kembali akses pengguna jalan untuk dapat melewati jalan tol layang terpanjang di Indonesia ini.

“Untuk arah Cikampek, pengguna jalan dapat melalui Jalan Tol Dalam Kota dari arah Halim/Cawang dan masuk ke Jalan Tol Jakarta-Cikampek II (Elevated) melalui akses di Km 10 Jalan Tol Jakarta-Cikampek bawah,” kata Heru.

Sedangkan untuk pengguna jalan dari arah Jalan Tol JORR dari arah Jatiasih, pengguna jalan dapat masuk melalui akses Km 45 Jalan Tol JORR, sementara untuk pengguna jalan dari arah Rorotan masuk di akses Km 46 Jalan Tol JORR.

Bagi pengguna jalan menuju arah Jakarta dapat masuk di Karawang Barat melalui akses Km 48 Jalan Tol Jakarta-Cikampek bawah.

Selanjutnya, dapat keluar di Simpang Susun Cikunir Km 10 Jalan Tol Jakarta-Cikampek bawah arah Halim/Cawang, keluar ke Jalan Tol JORR arah Jatiasih dengan membayar tarif Jalan Tol JORR di Gerbang Tol (GT) Cikunir 6 serta keluar ke Jalan Tol JORR arah Rorotan dengan membayar tarif Jalan Tol JORR di GT Cikunir 8.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT