Amanat Jokowi, PUPR Siap Bantu Nelayan Punya Rumah Layak Huni
TEMPO.CO | 15/12/2019 08:17
Presiden Joko Widodo meninjau lokasi pembangunan rumah khusus nelayan di Desa Prapat, Kecamatan Pangandaran, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, 24 April 2018. Dalam beberapa tahun terakhir ini, pemerintah membangun sebanyak 204 unit rumah yang disediakan
Presiden Joko Widodo meninjau lokasi pembangunan rumah khusus nelayan di Desa Prapat, Kecamatan Pangandaran, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, 24 April 2018. Dalam beberapa tahun terakhir ini, pemerintah membangun sebanyak 204 unit rumah yang disediakan bagi para nelayan yang berada di Kabupaten Pangandaran. Foto: Biro Pers Setpres

TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) siap membantu para nelayan Indonesia untuk memiliki rumah yang layak huni.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan bahwa hal itu dikarenakan Indonesia adalah negara maritim sehingga kawasan permukiman nelayan perlu mendapat perhatian khusus dari pemerintah sekaligus menciptakan lapangan kerja.

"Laut adalah masa depan negara Indonesia sebagai negara maritim. Oleh karena itu nelayan Indonesia harus memiliki rumah yang layak huni," ujar Basuki melalui siaran resmi, Sabtu, 14 Desember 2019.

Basuki menjelaskan, pembangunan rumah nelayan yang dilaksanakan di seluruh wilayah Indonesia merupakan salah satu wujud nyata kehadiran pemerintah dalam mensejahterakan masyarakat.

Adanya perumahan nelayan yang tertata dengan baik diharapkan dapat membuat para nelayan lebih fokus dalam mencari ikan di laut serta menciptakan generasi muda Indonesia yang berdaya saing.

"Pembangunan rumah nelayan ini sesuai dengan amanat Presiden Joko Widodo untuk mensejahterakan nelayan Indonesia. PUPR ditugasi untuk membangun dan saat ini proses pembangunannya sudah selesai dan telah dihuni oleh nelayan dan keluarganya," jelasnya.

Basuki menyebutkan bahwa program pembangunan dan perbaikan kawasan nelayan telah dilaksanakan di sejumlah wilayah pesisir di Indonesia seperti di Kalimantan Barat, Pontianak, Tegal, Tambak Lorok Semarang.

Adanya kawasan nelayan yang ditingkatkan infrastrukturnya seperti hunian, sanitasi dan air bersih.

Basuki mengatakan, harapannya pengembangan rumah nelayan itu dapat meningkatkan ekonomi para nelayan tersebut. "Kita akan keroyok pembangunan kawasan nelayan mulai dari hunian, sanitasi, air bersih serta meningkatkan ekonomi keluarga nelayan. Ini dilakukan Kementerian PUPR bekerjasama dengan kementerian terkait lainnya seperti Kementerian Koperasi dan UKM, Kementerian Kelautan dan Perikanan dan melibatkan nelayan itu sendiri," ujar Basuki.

Sementara itu, Dirjen Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR Khalawi Abdul Hamid menyatakan, Kementerian PUPR sudah terus memberikan dukungan terhadap pelaksanaan Peringatan Hari Nusantara 2019 yang di pusatkan di Kota Pariaman, Sumatera Barat.

Salah satu bentuk dukungannya adalah penyaluran bantuan rumah khusus (Rusus) untuk para nelayan dan melakukan bedah rumah tidak layak huni sebanyak 1.000 unit rumah.

Pembangunan rumah khusus nelayan, kata Khalawi, dilaksanakan oleh Satuan Kerja Pengembangan Perumahan sebanyak 50 unit pada 2017 lalu.

Perumahan nelayan yang dibangun dengan teknologi Risha (rumah instam sederhana sehat) dan dicat dengan warna biru serta dibangun di Negari Karan Aur Kecamatan Pariaman Tengah, Kota Pariaman.

"Rumah nelayan yang kami bangun merupakan tipe 36 dan menggunakan teknologi Rumah Instan Sederhana Sehat yang tahan gempa. Saat ini rumah nelayan tersebut semuanya telah terhuni," katanya.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT