DWP 2019, Calo Tiket Bertebaran
TEMPO.CO | 13/12/2019 19:13
Suasana di pintu masuk ajang Djakarta Warehouse Project atau DWP 2019 di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat 13 Desember 2019. TEMPO.CO/BERNADUS GUNTUR
Suasana di pintu masuk ajang Djakarta Warehouse Project atau DWP 2019 di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat 13 Desember 2019. TEMPO.CO/BERNADUS GUNTUR

TEMPO.CO, Jakarta - Sejumlah calo secara terang-terangan menawarkan tiket masuk festival musik Djakarta Warehouse Project atau DWP 2019 di sekitar gerbang pintu masuk JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat 13 Desember 2019. Praktik penjualan tiket ilegal ini masih terjadi meski penjualan tiket resmi di samping pintu masuk masih dibuka.

Berdasarkan keterangan salah satu calo yang ditemui Tempo, harga yang ditawarkan bervariasi. Misalnya tiket harian yang dijual secara resmi dengan harga Rp 812 ribu ditawarkan calo dengan harga sebesar Rp 1,2 juta. Demikian juga dengan tiket untuk 3 hari pergelaran yang secara resmi dijual dengan harga Rp 2 juta, di tangan para calo tiket naik menjadi Rp 2,2 juta.

Pihak Ismaya Live selaku penyelenggara DWP 2019 sendiri masih membuka penjualan tiket resmi yang tersisa di pintu masuk. Meskipun demikian, sejumlah penonton tampak memilih membeli tiket dari para calo tanpa alasan yang jelas.

DWP 2019 akan digelar selama tiga hari mulai, Jumat, 13 Desember 2019 hingga Ahad 15 Desember 2019 di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat. Pada perhelatan musik bergenre electronic music dance atau EDM ini, penonton akan disuguhkan penampilan sederet disc jockey (DJ) nasional seperti Evan Virgan, Pixiee, dan Hathoris hingga DJ internasional seperti Yellow Claw, Zedd, Martin Garrix, Calvin Haris, dan Skrillex.

Tahun ini merupakan penyelenggaraan ke-9 kalinya ajang musik DWP. Ajang ini sempat dipindahkan ke Bali, tepatnya kawasan Garuda Wishnu Kencana, pada tahun lalu menyusul protes sejumlah ormas pada 2017. Tahun ini, penyelenggaraan DWP sendiri masih mendapatkan protes, namun Pemprov DKI Jakarta tetap memberikan izin bagi ajang yang bisa mendatangkan pendapatan pajak sebesar Rp 10 miliar tersebut.

BERNADUS GUNTUR


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT