Menhub Ungkap Alasan Jalan Tol Elevated Jakarta-Cikampek II Molor
TEMPO.CO | 09/12/2019 08:57
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi saat perkenalan Menteri Kabinet Indonesia Maju di Veranda Istana Negara, Jakarta, Rabu, 23 Oktober 2019. TEMPO/Subekti
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi saat perkenalan Menteri Kabinet Indonesia Maju di Veranda Istana Negara, Jakarta, Rabu, 23 Oktober 2019. TEMPO/Subekti

TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengungkapkan alasan Jalan Tol Elevated Jakarta-Cikampek II mundur dibuka. Sedianya, jalan bebas hambatan ini akan dibuka secara fungsional pada 15 Desember, namun realisasinya molor hingga 20 Desember.

Menurut Budi Karya, pemerintah mempertimbangkan pekerjaan-pekerjaan yang belum tuntas. “Ada hal-hal yang mesti diselesaikan, seperti jalan yang belum rata sehingga mengurangi kenyamanan,” ujarnya dalam keterangan tertulis pada Ahad, 8 Desember 2019.

Selain itu, Budi Karya menjelaskan, 20 Desember diprediksi menjadi puncak lalu lintas libur Natal dan tahun baru. Karena itu, pembukaan jalan secara fungsional akan dioptimalkan untuk melayani masyarakat yang akan mudik menjelang hari libur.

Jalan Tol Elevated Japek II diklaim sebagai jalan layang terpanjang di Indonesia. Ruas jalan tol ini memanjang hingga 36,4 kilometer. Nilai investasi jalan tol ini mencapai Rp 16,3 triliun. Jalan tol tersebut dikelola oleh PT Jasamarga Jalan Layang Cikampek. Sedangkan kontraktornya PT Waskita Karya Persero Tbk.

Pemerintah memulai konstruksi Jalan Tol Elevated Japek II pada Maret 2017. Pengerjaan proyek ini berlangsung selama 2 tahun.

Setelah dibuka, Budi Karya mengatakan kendaraan yang dapat masuk tol layang hanya golongan 1 non-bus. Kecepatan laju kendaraan pun dibatasi antara 60-80 kilometer per jam dengan pengawasan Electronic Law Enforcement.

“Kami sudah menyiapkan CCTV di beberapa titik. Jadi bagi pengendara yang melebihi batas kecepatannya akan dikenakan sanksi pada saat keluar dari jalan tol. Kami juga sudah menyiagakan petugas di setiap 4 kilometer,” ucapnya.

Pada awal pembukaannya, jalan bebas hambatan ini bakal digratiskan untuk masyarakat. Adapun pemungutan tarif masuk jalan tol baru akan dilakukan pada Januari atau Februari 2020.

“Untuk dikomersialkannya jalan tol elevated ini, nanti akan kita bahas, bisa Januari atau Februari, tergantung dengan kesiapan dan pembicaraan dengan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat,” ujarnya. Budi Karya menginginkan dibukanya jalan tol layang ini dapat mengurangi kemacetan di ruas Jalan Tol Jakarta-Cikampek.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT