Viral soal Pembagian NIP untuk CPNS, Kemenpan: Itu Hoaks
TEMPO.CO | 08/12/2019 21:40
Tak hanya formasi umum dan formasi khusus cyber security, rekrutmen CPNS 2019 juga dibuka untuk formasi khusus yang terdiri dari lulusan terbaik (cumlaude) dan diaspora, nilai kumulatif yang harus dilampaui adalah 271 dengan nilai TIU minimal 85. (dok Kem
Tak hanya formasi umum dan formasi khusus cyber security, rekrutmen CPNS 2019 juga dibuka untuk formasi khusus yang terdiri dari lulusan terbaik (cumlaude) dan diaspora, nilai kumulatif yang harus dilampaui adalah 271 dengan nilai TIU minimal 85. (dok KemenpanRB)

TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) angkat bicara soal beredarnya pesan singkat melalui WhatsApp yang seolah mengkoordinasikan pembagian nomor induk pegawai (NIP) untuk calon pegawai negeri sipil atau CPNS di pemerintah pusat.

"Kami tegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar. Saat ini, proses seleksi CPNS dalam tahap verifikasi administrasi," ujar Kepala Biro Hukum, Komunikasi, dan Informasi Publik Kemenpan RB Andi Rahadian seperti dikutip dari pernyataan tertulis, Ahad, 8 Desember 2019.

Sebelumnya beredar informasi soal pembagian NIP yang akan dilakukan pada Senin,9 Desember 2019. Pembagian NIP bertempat di kantor departemen atau kementerian, serta lembaga yang dituliskan mendapatkan jatah khusus untuk penerimaan CPNS tahun ini.

Dalam informasi itu disebutkan para peserta juga diminta menggunakan baju putih lengan panjang dan celana hitam. Mereka juga wajib membawa nomor registrasi CPNS, sementara bagi belum mendapatkan nomor register, harus membawa tanda pengenal.

Andi menegaskan informasi yang beredar luas itu adalah berita palsu atau hoaks. Saat ini tim penyeleksi sedang melakukan tahap verifikasi administrasi berkas peserta penerimaan CPNS. 

Selanjutnya, Andi kembali menjelaskan, bahwa tahap pendaftaran pada rekrutmen CPNS tahun 2019 baru saja usai dan masuk dalam tahap verifikasi administrasi. Adapun khusus untuk seleksi CPNS 2018, seluruh tahapannya telah rampung dilaksanakan, kecuali bagi wilayah Papua dan Papua Barat akan segera diumumkan.

Oleh karena itu Andi mengimbau kepada seluruh masyarakat yang mengikuti seleksi penerimaan CPNS agar berhati-hati terhadap kemungkinan terjadinya penipuan pengangkatan CPNS. Masyarakat juga harus semakin berhati-hati, serta lebih selektif terhadap informasi beredar dan mengonfirmasi kebenarannya.

“Jika ada informasi terkait rekrutmen CPNS, dimohon untuk lebih waspada dan mengonfirmasi ke Kementerian PANRB, terlebih dahulu," ujar Andi.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT