Menhub Tinjau Tol Elevated Jakarta-Cikampek II Hari Ini
TEMPO.CO | 08/12/2019 12:26
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (dua dari kiri) mengecek pembangunan jalan tol layang Jakarta-Cikampek di KM 13, Bekasi, Jawa Barat, Ahad, 22 September 2019. Tempo/Hendartyo Hanggi
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (dua dari kiri) mengecek pembangunan jalan tol layang Jakarta-Cikampek di KM 13, Bekasi, Jawa Barat, Ahad, 22 September 2019. Tempo/Hendartyo Hanggi

TEMPO.CO, Jakarta -  Menteri Perhubungan atau Menhub Budi Karya Sumadi meninjau ruas Jalan Tol Elevated Jakarta-Cikampek (Japek) II menjelang hari libur Natal dan tahun baru 2020. Ruas tol anyar ini rencananya beroperasi secara fungsional pada 15 Desember nanti.

“Peninjauan dilakukan pada hari ini (Ahad, 8 Desember 2019),” ujar Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenhub Hengky Angkasawan dalam keterangan tertulis.

Jalan tol elevated Jakarta-Cikampek merupakan ruas jalan tol yang membentang dari Cikunir hingga Karawang Barat dengan total panjang 36,4 kilometer. Pemerintah dan stakeholder pada September lalu telah melakukan dari rangkaian sertifikasi laik operasi untuk uji pembebanan jembatan atau loading test. 

Titik pengujian pertama dilakukan di titik Pier Utara Nomor 490 – 490A yang terletak di KM 39 arah Cikampek. Tipikal lokasi ini memiliki desain Pierhead Kantilever. Pengujian dilakukan dengan menerapkan metode beban dinamis atau frekuensi resonansi akibat impact dan uji beban statis loading unloading maksimum 400 ton.

Setelah dinyatakan laik, ruas tol dapat dibuka secara fungsional. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat belum membebankan tarif laju untuk kendaraan yang melintas di ruas jalan tol layang ini hingga tahun baru nanti.

Selain meninjau Jalan Tol Elevated Japek II, Budi Karya bakal menyambangi dua ruas jalan bebas hambatan lainnya. Budi Karya akan meninjau kesiapan Jalan Tol Cikopo-Palimanan atau Cipali dan melihat proses pembangunan Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan atau Cisumdawu. Dalam peninjauan tersebut, Budi karya akan didampingi oleh Dirjen Bina Marga, Kakorlantas, Kepala Badan Pengelola Jalan Tol (BPJT), Direktur Utama Jasa Marga, Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ), Sesditjen Perhubungan Darat, dan Direktur Lalu Lintas Perhubungan Darat.

Pemerintah dan stakeholder sebelumnya telah memetakan titik-titik krusial rawan kecelakaan untuk masa angkut Natal dan tahun baru mendatang. Beberapa di antaranya ialah Jalan Tol Trans Jawa, Jalan Tol Trans-Sumatera, hingga pelabuhan penyeberangan Merak-Bakauheni dan Gilimanuk-Ketapang.

Kementerian Perhubungan telah menyiapkan langkah-langkah antisipasi kemacetan di jalan tol. Misalnya, pengoptimalan pembukaan tol gate, pemberlakuan sistem jemput bola, penambahan petugas lapangan, optmalisasi Gerbang Tol Otomatis (GTO), hingga Penempatan Variable Message Sign (VMS) pada titik awal Jakarta –Cikampek Elevated baik dari arah Jakarta maupun Cikampek. Kemudian, Kemenhub bakal menerapkan sistem buka tutup pada SPBU dan rest area di jalan tol apabila sudah terjadi kepadatan.

Kementerian Perhubungan memprediksi puncak arus libur akan terjadi pada 20 hingga 24 Desember 2019. Sedangkan puncak arus balik diperkirakan terjadi pada 29 hingga 31 Desember 2019.  Kemenhub akan menyelenggarakan monitoring posko angkutan mudik mulai 19 Desember 2019 hingga 6 Januari 2020.

FRANCISCA CHRISTY ROSANA


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT