Ibu Selundupkan Sabu ke Rutan Depok, Polisi: Dipaksa Anak
TEMPO.CO | 08/12/2019 05:07
Ilustrasi Sabu-sabu. Dok. TEMPO/Eko Siswono Toyudho
Ilustrasi Sabu-sabu. Dok. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

TEMPO.CO, Depok – Kepala Kepolisian Resor Metro Depok Ajun Komisaris Besar Azis Andriansyah mengatakan Nisfiatun Rochmawati, 54 tahun, ibu yang mengantarkan paket sabu ke dalam rutan berdasar atas paksaan sang anak.

“Si ibu ini dipaksa oleh anaknya mengantar sabu. Sementara sang anak menjualbelikan sabu tersebut kepada para narapidana yang ada di Rutan Depok,” kata Azis, Sabtu 7 Desember 2019.

Azis mengatakan sang ibu mendapatkan barang itu dari anaknya pula, yakni adik dari narapidana tersebut. “Si narapidana ini komunikasi dengan adiknya dan meminta ibunya mengantarkan paket sabu itu,” kata dia.

Sang ibu, kata Azis, mendapatkan upah Rp 200 ribu setelah paket sabu itu diterima oleh sang anak. “Ini sudah yang kedua kalinya ibu ini antar sabu, Yang pertama lolos dan sudah sempat di jualbelikan di dalam lapas dengan harga Rp 300 ribu setengah gramnya,” ujarnya.

Nisfiatun sebelumnya ditahan oleh petugas Rumah Tahanan kelas IIB Kota Depok saat hendak menyelundupkan paket sabu seberat 1,90 gram yang ditujukan untuk anak kandungnya, yakni Ruly, terpidana kasus curanmor.

Akibat perbuatannya, Nisfiatun yang menjadi pengantar sabu itu dijerat dengan Pasal 114 ayat 1 dan Pasal 112 Undang-undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman pidana maksimal 20 tahun penjara.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT