Polisi Klaim Uji Coba Sistem 2-1 dan One Way Jalur Puncak Sukses
TEMPO.CO | 08/12/2019 04:04
Kemacetan masih terjadi di Jalur Puncak pada Minggu, 27 Oktober 2019. Kemacetan tak berhasil diurai menggunakan sistem 2-1 diuji coba hari ini menggantikan buka tutup jalur. TEMPO/M.A MURTADHO
Kemacetan masih terjadi di Jalur Puncak pada Minggu, 27 Oktober 2019. Kemacetan tak berhasil diurai menggunakan sistem 2-1 diuji coba hari ini menggantikan buka tutup jalur. TEMPO/M.A MURTADHO

TEMPO.CO, Bogor - Hari ini, Kepolisian Resor Bogor melakukan uji coba penerapan kombinasi sistem one way dan 2-1 di jalur Puncak. Hasilnya, sekitar sore hari situasi lalu lintas terpantau kondusif.

Sejak pagi hari sampai pukul 12.00, polisi menerapkan sistem one way. Sedangkan setelahnya sampai pukul 16.00, diterapkan sistem 2-1. Setelahnya, diberlakukan lalu lintas normal.

"Ya, tadi sempet macet karena pagi kan one way, lalu ketika dibuka ya membludak," kata Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Bogor Ajun Komisaris M. Fadli di Pos TMC Gadog, Bogor, Sabtu, 7 Desember 2019.

Kepadatan kendaraan tampak mulai terurai sekitar satu sampai dua jam setelah jalur di kedua arah diterapkan normal.

Karena alasan itu, Fadli mengklaim uji coba hari ini berhasil. Meski, kata dia, ada beberapa hal yang masih perlu diperbaiki.

Menurut Fadli, pihaknya sudah mengantongi sejumlah catatan yang akan dibahas dalam rapat analisis dan evaluasi yang akan digelar bersama Pemerintah Kabupaten Bogor dan Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ).

"Ya setidaknya uji coba kali ini kendaraan bisa melaju walaupun dalam kecepatan minimum per lima atau sepuluh kilo meter, tapi sampai ke tujuan," kata Fadli.

Di luar sistem yang diterapkan itu, Fadli menyampaikan bahwa cara lain untuk bisa mengurai kepadatan yang selalu terjadi di jalur Puncak adalah pembukaan jalur baru. Misalnya, kata dia, meneruskan jalur Tol Bocimi (Bogor-Ciawi-Sukabumi) Seksi 2 atau poros tengah timur.

Dengan adanya akses itu, menurut Fadli, volume kendaraan yang masuk jalur Puncak bisa berkurang. "Artinya dan berkali-kali saya tekankan, kalau bisa dibold, bahwa kita lebih menekankan ke aksebilitas," ujarnya.

Selain dibukanya jalur Bocimi Seksi 2 dan poros timur tengah, kata Fadli. salah satu aksesibilitas yang mampu mengurai kemacetan di jalur Puncak adalah pembukaan tol elevated Cikarang-Bandung. Ia berharap beroperasi tol itu pada 15 Desember mendatang dapat berpengaruh kepada volume kendaraan menuju jalur Puncak.

Sebab, menurut Fadli, sampai saat ini banyak orang yang menuju Bandung dan sekitarnya, memilih lewat jalur Puncak untuk menghindari kemacetan di tol. "Jadi mereka memilih lewat Puncak. Meskipun macet tapi bisa menghirup udara segar," kata dia.

Jika akses-akses itu dibuka, Fadli cukup yakin volume kendaraan di jalur Puncak bisa berkurang sehingga mengurangi kepadatan di sana. "Intinya adalah mengurangi volume kendaraan yang mengakses jalur puncak," kata dia.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT