Setelah 6 Hari Korban Longsor Galian C Ditemukan Terjepit Batu
TEMPO.CO | 07/12/2019 16:54
Ilustrasi longsor. shutterstock.com
Ilustrasi longsor. shutterstock.com

TEMPO.CO, Cianjur - Mayat Saepul alias Epul, 40 tahun, ditemukan tertimbun longsor tebing galian C di Desa Cikahuripan, Kecamatan Gekbrong, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

Operator mesin pelampung sedot pasir tersebut menjadi korban longsor  pada Senin, 2 Desember 2019.

Jasadnya ditemukan hari ini, Sabtu, 7 Desember 2019. Namun, tim gabungan belum bisa mengevakuasi korban karena jenazahnya terjepit lumpur dan bebatuan.

Tim gabungan terdiri personil Badan SAR Nasional, Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Cianjur, TNI, dan Polri.

Kepala Kepolisian Sektor Warungkondang Ajun Komisaris Gito menjelaskan, posisi korban diketahui sekitar pukul 10.00 WIB setelah genangan air berhasil dipompa keluar dari kubangan.

Korban ditemukan dalam posisi berdiri terjepit batu dan timbunan lumpur.

"Korban ditemukan pertama kali tangannya dalam posisi mengacung ke atas," ujar Gito di lokasi kejadian, Sabtu 7 Desember 2019.

Menurut Gito, setelah 6 hari melakukan pencarian, tim mencium ada bau busuk menyengat di salah satu titik pencarian.

Selanjutnya, tim melakukan penggalian tanah longsor di titik tersebut. Akhirnya ditemukan tangan korban menyembul di kedalaman 15 meter lokasi longsor.

"Posisi korban masih terjepit. Kami masih melakukan upaya evakuasi dengan menggali batu dan lumpur. Kami agak kesulitan karena menggunakan alat manual," kata Gito.

Gito menambahkan, tim sedang melakukan upaya penggalian menggunakan alat berat. Namun, proses penurunan alat berat ke lokasi longsor cukup sulit karena curam sehingga harus membuat jalan untuk turun.

"Sedang kami upayakan menggunakan alat berat untuk menggali timbunan batu dan lumpur. Mudah-mudahan evakuasi bisa secepatnya dilakukan," tutur Gito.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT