Surya Paloh - Jokowi Saling Sindir, Istana: Humor Persahabatan
TEMPO.CO | 09/11/2019 09:48
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menghadiri pembukaan Kongres dan HUT Partai NasDem ke-8 di Jakarta Expo Kemayoran Jakarta Pusat, Jumat 8 November 2019. TEMPO/TAUFIQ SIDDIQ
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menghadiri pembukaan Kongres dan HUT Partai NasDem ke-8 di Jakarta Expo Kemayoran Jakarta Pusat, Jumat 8 November 2019. TEMPO/TAUFIQ SIDDIQ

TEMPO.CO, JakartaStaf Khusus Presiden Bidang Komunikasi, Fadjroel Rachman, menampik jika hubungan antara Presiden Joko Widodo atau Jokowi dan Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh, merenggang. Ia menilai kedua tokoh ini tetap bersahabat baik.

"Hubungan mereka sangat baik dan sangat erat menjaga koalisi pemerintahan Jokowi-Amin," kata Fadjroel saat dihubungi lewat pesan singkat, Sabtu, 9 November 2019.

Fadjroel menuturkan meski Presiden Jokowi sempat menyinggung momen pelukan antara Surya Paloh dan Presiden Partai Keadilan Sejahtera, Sohibul Iman, hal itu sebatas candaan. Jokowi tidak menyindir pertemuan Surya dengan pimpinan partai oposisi itu.

"Itu humor persahabatan yang menunjukkan kedekatan beliau berdua," ucap Fadjroel.

Sebelumnya, Jokowi menggoda Surya Paloh saat ia memberikan sambutan di acara peringatan ulang tahun ke-55 Partai Golkar. Jokowi mula-mula menyapa para tamu-tamu yang hadir seperti mantan wakil presiden Jusuf Kalla, dan para tokoh senior Golkar.

Saat menyapa para ketua umum partai baru lah Jokowi melontarkan godaannya untuk Surya. "Para Ketua Umum partai yang hadir. Bapak Surya Paloh yang kalau kita lihat malam hari ini lebih cerah dari biasanya. Sehabis pertemuan beliau dengan Pak sohibul iman di PKS," kata Jokowi di Hotel Sultan, Jakarta, Rabu kemarin.

Menurut Jokowi, wajah Surya yang terlihat lebih cerah karena habis berangkulan dengan Sohibul. Jokowi menilai rangkulan itu tidak seperti biasa. "Saya tidak tahu maknanya tapi rangkulannya tidak biasa. Tidak pernah saya dirangkul seperti itu," ucap mantan gubernur DKI Jakarta ini.

Sementara itu, di pembukaan Kongres ke-2 Partai NasDem malam tadi, Surya menyinggung pihak-pihak yang mempermasalahkan pelukannya dengan tokoh oposisi.

"Kami berkunjung ke kawan pun dicurigai, ini bangsa model apa? Rangkulan pun dimaknai tafsir kecurigaan. Kita mengaku demokratis, tapi begitu ortodoks dan konservatif," ujar Surya Paloh disambut riuh tepuk tangan para kader, di Jiexpo Kemayoran, Jakarta.

 


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT