Ingin Bawa Barang dari Luar Negeri? Ini Panduan dari Bea Cukai
TEMPO.CO | 07/12/2019 09:31
Petugas Bea Cukai di perbatasan Nanga Badau-Malaysia berhasil mengamankan seorang pelintas batas yang kedapatan membawa 62 butir peluru bomen yang digunakan untuk berburu.
Petugas Bea Cukai di perbatasan Nanga Badau-Malaysia berhasil mengamankan seorang pelintas batas yang kedapatan membawa 62 butir peluru bomen yang digunakan untuk berburu.

TEMPO.CO, Jakarta - Pembelian barang dari luar negeri dan dibawa kembali ke Indonesia merupakan aktivitas impor dan wajib menaati aturan salah satunya dari bea cukai. Agar terhindar dari polemik, masyarakat yang datang dari luar negeri perlu mengetahui ketentuan-ketentuan dalam melakukan impor barang ini. 

Ketentuan membawa barang-barang dari luar negeri telah diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 203/PMK.04/2017 tentang Impor Barang yang Dibawa oleh Penumpang, Awak Sarana Pengangkut, Pelintas Batas, dan Barang Kiriman. Regulasi ini menggantikan ketentuan yang sebelumnya diatur dalam PMK No. 188/PMK.04/2010.

Berdasarkan peraturan tersebut, pemerintah Indonesia menetapkan batas bea masuk barang bawaan penumpang sebesar US$500 per orang dari sebelumnya US$250 per orang.

Pada Desember 2017 lalu, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati pernah mengatakan bahwa peningkatan nilai pembebasan bea masuk ini termasuk moderat bila dibandingkan dengan negara lain yang memiliki income per capita lebih tinggi.

Malaysia menetapkan nilai pembebasan bea masuk sebesar US$125, Thailand US$285, Inggris US$557, Singapura US$600, China US$764, dan Amerika Serikat US$800.

Selain itu, sejumlah barang milik penumpang dengan jumlah tertentu juga akan dibebaskan dari tarif cukai. Barang-barang tersebut adalah batang rokok dengan jumlah maksimal 200 batang, cerutu (25 batang), tembakau iris atau hasil tembakau lain (100 gram), minuman beralkohol (1 liter), dan pakaian (10 helai).

Jika penumpang membawa barang pribadi di bawah nilai tersebut maka tidak akan dipungut bea masuk dan pajak impor. Apabila penumpang membawa barang dari luar negeri yang saat dijumlah secara total melebihi batas yang ditentukan, mereka akan dikenakan tarif bea masuk 10 persen.

Penentuan tarif tunggal ini mengikuti praktik internasional yang juga dilakukan oleh negara tetangga seperti Malaysia, Singapura, dan Jepang.

Selain itu, penumpang juga akan dibebankan nilai pabean yang ditetapkan berdasarkan keseluruhan nilai pabean barang impor bawaan penumpang dikurangi dengan nilai batas atas pembebasan bea masuk US$500

Contoh penghitungannya adalah, total barang atau oleh-oleh dari luar negeri mencapai US$1.500. Maka, yang terbebas bea masuk hanya US$ 500 dari keseluruhan barang penumpang, sedangkan US$1.000 sisanya terkena tarif bea masuk sebesar 10 persen.

Lebih lanjut, penumpang juga perlu melaporkan barang bawaannya dalam dokumen Customs Declaration (BC 2.2). Dokumen tersebut diserahkan kepada petugas bea dan cukai saat kedatangan di Indonesia.

 

 

REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT