Aksi Bela Nabi Hujat Gus Muwafiq, GP Ansor Menahan Diri
TEMPO.CO | 07/12/2019 07:31
Pendakwah Ahmad Muwafiq alias Gus Muwafiq memberikan ceramah kebangsaan di gedung KPK, Rabu, 20 November 2019. Dalam ceramahnya, Gus menyampaikan menjadi bangsa Indonesia tak perlu anti terhadap globalisasi, karena Bhineka Tunggal Ika menjadi kekuatan uta
Pendakwah Ahmad Muwafiq alias Gus Muwafiq memberikan ceramah kebangsaan di gedung KPK, Rabu, 20 November 2019. Dalam ceramahnya, Gus menyampaikan menjadi bangsa Indonesia tak perlu anti terhadap globalisasi, karena Bhineka Tunggal Ika menjadi kekuatan utama membentengi globalisasi. TEMPO/Imam Sukamto

TEMPO.CO, Bogor - Ketua Gerakan Pemuda atau GP Ansor Kota Bogor, Buddy Kurniawan, merasa cemooh dan hujatan yang ditujukan kepada satu tokoh Nahdlatul Ulama (NU) Ahmad Muwafiq alias Gus Muwafiq secara tidak langsung mengarah juga ke NU. Pihaknya menyatakan berusaha menahan diri dan menaati perintah para kyai menghadapi maraknya aksi-aksi yang disebut dengan 'Bela Nabi' tersebut.

Buddy menjelaskan alasan kecurigaannya itu karena secara pribadi, Muwafiq sudah memberi klarifikasi atas ucapannya yang dipermasalahkan. "Termasuk para kyai NU sudah melakukannya secara internal sesuai dengan kaidah keilmuannya," ujar Buddy saat ditemui di satu masjid di Bogor Selatan, Jumat 6 Desember 2019.

Buddy mengatakan, meski menduga adanya upaya menjelekkan dan menjatuhkan nama NU, GP Ansor tidak akan terpancing atau terprovokasi. Buddy menyebut selama tidak ada titah atau instruksi dari para sesepuh NU, dia bersama GP Ansor akan sebatas memantau perkembangan. "Kami sami'na wa atho'na kepada kyai, kami fatsun di bawah komando kayi," katanya. 

Buddy mengungkap bahwa di beberapa daerah sudah mulai ada gerakan-gerakan massa yang mengatas namakan 'Bela Nabi'. Dia menyebut contohnya di Solo. Dalam aksi tersebut massa menggeruduk kantor Pimpinan Cabang (PC) NU Solo. Selain itu dia pun mendapatkan informasi, akan ada aksi masa di Tasikmalaya.

"Jangan sampai aksi-aksi itu ditunggangi untuk menyerang kyai dan merusak nama NU," ucap Buddy.

Buddy tak menutup kemungkinan aksi merembet sampai ke Kota Bogor dan sekitarnya. Termasuk Jakarta. "Kami saat ini hanya diarahkan memantau setiap peristiwa, mungkin hingga beberapa hari ke depan," katanya menambahkan. 


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT