Garuda Jawab Soal Harley Davidson dan Sepeda Brompton Ilegal di Pesawat Baru
TEMPO.CO | 03/12/2019 21:50
Garuda Jawab Soal Harley Davidson dan Sepeda Brompton Ilegal di Pesawat Baru
Bengkel Pesawat GMF, Bandara Soekarno Hatta. TEMPO/Yosep Arkian

TEMPO.CO,Tangerang-Maskapai penerbangan Garuda Indonesia menjelaskan alur kedatangan pesawat baru A300-900 Neo yang kedapatan membawa motor Harley Davidson ilegal dan sejumlah barang mewah lainnya.

Vice President Corporate Secretary Garuda Indonesia Ikhsan Rosan mengatakan pesawat Airbus seri terbaru yang didatangkan dari kota Toulouse, Perancis itu tiba di Bandara Soekarno-Hatta pada Minggu 17 November 2019 lalu.

"Jauh sebelum pesawat ini tiba kami sudah memberitahukan ke Bea Cukai dan Imigrasi, kami sampaikan jenis pesawat, nomor penerbangan, waktu mendarat hingga penumpang yang ada dalam penerbangan," ujar Ikhsan kepada Tempo, Selasa 3 Desember 2019.

Pesawat dengan awak 10 orang dan 22 penumpang itu mendarat mulus di Bandara Soekarno-Hatta dan langsung parkir di hanggar 4 Garuda Maintenance Facility (GMF). "Kami memang meminta agar pesawat ini dibawa ke GMF untuk seremonial penyambutan, Bea Cukai dan Imigrasi melakukan penanganan sebagaimana penumpang dan barang bawaan di Terminal penumpang," kata Ikhsan.

Penumpang yang merupakan jajaran direksi Garuda dan tamu undangan turun dari pesawat dan langsung cap paspor oleh petugas Imigrasi. Bea Cukai melakukan penanganan Kepabeanan pada barang bawaan penumpang. "Barang bawaan dicek. Bawaan penumpang dicek juga," ujar Ikhsan.

Saat proses declare barang bawaan penumpang itulah, kata Ikhsan, petugas Bea dan Cukai menemukan claimtag penumpang yang membawa Harley Davidson yang terurai sebanyak 15 koli. Juga ditemukan 3 koli berisi dua unit sepeda Brompton dan sparepatnya.

Namun cerita yang disampaikan Ikhsan sedikit berbeda yang disampaikan sumber Tempo di Kementerian Keuangan.

Menurut dia, kedatangan pesawat ini sudah ditunggu tim Penindakan dan Pencegahan Bea Cukai Soekarno - Hatta yang telah mengantongi info adanya kargo berisi moge Harley Davidson dan beberapa barang mewah seperti beberapa sepeda merk Brompton yang akan diselundupkan tanpa dideclare pada manifes pesawat.

"Kargo berupa moge Harley yang dipreteli menjadi beberapa koli untuk mengelabui petugas itu beserta barang lainnya diturunkan dari pesawat dan dimasukkan ke dalam truk box milik GMF," kata sumber itu.

Setelah muatan truk box sudah lengkap dan akan berangkat keluar bandara melalui pintu laut lalu petugas menindak truk box dan Harley Davidson beserta barang selundupan lainnya tersebut.




REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT