KTT ASEAN di Bangkok Soroti Perang Dagang Amerika - Cina
TEMPO.CO | 02/11/2019 21:00
Perdana Menteri Thailand, Prayuth Chan-ocha, membuka KTT ASEAN di Ibu Kota Bangkok. Sumber: Reuters
Perdana Menteri Thailand, Prayuth Chan-ocha, membuka KTT ASEAN di Ibu Kota Bangkok. Sumber: Reuters

TEMPO.CO, Jakarta - Malaysia dalam pertemuan tingkat tinggi ASEAN pada Sabtu, 2 November 2019, di Bangkok, Thailand menghimbau negara-negara di Asia Tenggara bersatu menghadapi perang dagang yang dimulai oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Ketegangan Amerika Serikat – Cina telah membayangi KTT ASEAN.

“Kami tidak ingin masuk dalam sebuah perang dagang. Namun terkadang ketika mereka tidak berbuat baik pada kami, maka kami pun boleh tidak bersikap baik pula pada mereka,” kata Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad, seperti dikutip dari reuters.com, Sabtu, 2 November 2019.  

Menko Polhukam Mahfud MD (ketiga kanan) bersama Menlu Retno LP Marsudi (kedua kanan) bergandengan tangan dengan menteri bidang politik dan keamanan negara-negara ASEAN saat mengikuti ASEAN Political – Security Community (APSC) Council Meeting ke-20 di Impact Arena, Bangkok, Thailand, Sabtu 2 November 2019. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay

     

Amerika Serikat menaikkan tarif terhadap barang-barang impor Cina dengan tujuan mengurangi defisit perdagangan Amerika Serikat. Isu perdagangan diproyeksi sejumlah diplomat akan menjadi topik utama KTT ASEAN di Bangkok beberapa hari ke depan, selain akan dibahas pula masalah-masalah regional seperti sengketa wilayah laut dengan Cina di Laut Cina Selatan dan permasalahan yang dialami para pengungsi Rohingya yang bersumber di Myanmar.    

“Kami ingin perdamaian bagi ekonomi global,” kata Arin Jira, Kepala Dewan Penasehat Bisnis ASEAN.  

Sebuah kesepakatan sementara KTT ASEAN yang diperlihatkan pada Reuters menunjukkan para pemimpin ASEAN kemungkinan akan mengekspresikan kekhawatiran mereka atas naiknya ketegangan bidang perdagangan dan perlindungan produk lokal serta sentimen anti-globalisasi. 

Ekspor negara-negara Asia tenggara berada di ujung perang dagang dengan pertumbuhan ekonomi diperkirakan melambat hingga ke titik terendah dalam lima tahun terakhir. Negara-negara ASEAN juga waswas dengan naiknya pengaruh Cina di kawasan yang berpopulasi lebih dari 620 juta jiwa atau separuh dari populasi Cina.     

Amerika Serikat yang merupakan mitra dagang penting negara-negara ASEAN, mengirimkan delegasi pada KTT ASEAN di Bangkok itu. Namun jumlah delegasi yang dikirimkan lebih sedikit dibanding tahun lalu. Kehadiran Presiden Donald Trump dan Wakil Presiden Mike Pence diwakilkan oleh Menteri Perdagangan Amerika Serikat Wilbur Ross dan Penasehat Keamanan Gedung Putih Robert O’Brien. Sedangkan Cina mengirimkan Perdana Menteri Li Keqiang.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT