Pesan Pemeran Gundala Abimana Aryasatya untuk Pencipta Konten
TEMPO.CO | 02/11/2019 17:25
Aktor Abimana Arysatya saat menghadiri perilisan poster film Gundala di Jakarta, 28 Mei 2019. Film Gundala diperankan sejumlah aktor diantaraya Abimana Arysatya, Tara Basro, Marissa Anita, Cecep A Rahman, dan melibatkan 1800 pemain. Tempo/Nurdiansah
Aktor Abimana Arysatya saat menghadiri perilisan poster film Gundala di Jakarta, 28 Mei 2019. Film Gundala diperankan sejumlah aktor diantaraya Abimana Arysatya, Tara Basro, Marissa Anita, Cecep A Rahman, dan melibatkan 1800 pemain. Tempo/Nurdiansah

TEMPO.CO, Jakarta - Pemeran utama film Gundala Abimana Aryasatya sangat mengapresiasi dengan era digitalisasi yang belakangan terus berkembang. Salah satunya karena era ini memungkinkan banyak profesi baru yang sebelumnya tidak terduga untuk bisa muncul, seperti banyaknya pencipta konten atau content creator yang berusia muda.

Menurut Abimana, para content creator ini harus mempunyai karya orisinal seperti komik yang dijadikan sebuah film pendek agar bisa dijadikan portofolio yang  bisa dipresentasikan kepada calon investor untuk mendapatkan pendanaan ke depannya. "Jadi mereka punya portofolio untuk pitching ke investor itu akan seru si kita bisa mengaplikasikannya," kata dia seusai diskusi Senyawa+ di M Bloc, Jakarta, Sabtu, 2 November 2019.

Abimana mengatakan, sangat senang acara diskusi Senyawa+ yang bisa mempertemukan para pencipta konten pada satu perkumpulan. Namun, dia menyarankan agar pada acara ini karena tidak hanya menjadi sebuah pembicaraan saja, tapi juga bagaimana membimbing para konten kreator ke tahap yang lebih ke depannya.

"Saya senang karena ada acara kaya gini, tapi saya kangen bagaimana next stepnya aplikasikan. Jadi gak cuma membicarakan, tapi mengaplikasikan ke lapangan," ucap Abimana.

Dia juga menyarankan kepada yang sudah berpengalaman dalam menggaet investor, harus membagikan ilmunya kepada para konten kreator pemula agar bisa ikut berkembang. Seperti mendatangi mereka ke sekolah-sekolah dan kampus untuk memberikan bimbingan, hingga menciptakan sebuah karya.

Abimana menuturkan, para profesional juga harus mendampingi yang pemula dan memberikan arahan dalam mendapatkan pendanaan karyanya. "Jadi mereka harus didampingi tidak cuma sekedar hanya cuma membicarakan saja tapi juga harus didampingi," ucapnya.

Sebagai informasi, Senyawa+ merupakan festival kolaborasi yang diinisiasi oleh Rombak Media dengan tujuan menghubungkan pencipta konten dengan berbagai industri. Dengan saling berdiskusi dan bertukar pikiran, diharapkan muncul berbagai inovasi yang solutif.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT