Yaqut Puji Kabinet Baru: Tugas GP Ansor Lawan Radikalisme Ringan
TEMPO.CO | 26/10/2019 11:17
Ketua Umum GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas (tengah) memperkenalkan anggotanya saat pertemuan dengan Presiden Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat, 11 Januari 2019. Ketua Umum GP Ansor, Yaqut Cholil Qoumas, mengatakan pihaknya ingin memberikan pandangan t
Ketua Umum GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas (tengah) memperkenalkan anggotanya saat pertemuan dengan Presiden Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat, 11 Januari 2019. Ketua Umum GP Ansor, Yaqut Cholil Qoumas, mengatakan pihaknya ingin memberikan pandangan terkait situasi di tanah air dalam perspektif organisasinya. Salah satunya tentang kondisi politik di Indonesia. ANTARA

TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda atau GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas mengapresiasi kabinet Jokowi yang memberi perhatian serius terhadap masalah berkembangnya radikalisme sehingga tugas Ansor menjadi ringan. "Pemerintah akan serius menangani masalah radikalisme," ka," ujar Yaqut, Jumat, 26 Oktober 2019.

Selama ini Ansor dan Banser turut menghadapi kelompok radikal dan intoleran karena merasa negara tidak serius hadir menghadapi masalah itu.
Kini, karena negara sudah memastikan menangani serius Ansor merasa tugasnya menjadi ringan. "Sekarang waktu kami banyak untuk penguatan internal, konsolidasi, memperkuat kaderisasi, dan melakukan upaya-upaya kemandirian organisasi.”

Yaqut menjelaskan NU memiliki tiga pilar, yaitu Nahdlatul Wathan atau kebangkitan nasional, Taswirul Afkar atau artikulasi pemikiran, dan Nahdlatul Tujjar atau kebangkitan saudagar/ekonomi.

Mengenai Nahdlatul Wathan, tanpa harus bicara NKRI harga mati, kata Yaqut, di dalam dada dan kesadaran hal itu sudah ada di seluruh kader. Untuk Taswirul Afkar, keluarga besar NU sudah banyak melahirkan pemikir atau cendekiawan.

Sayangnya, pilar ketiga, yakni Nahdlatul Tujjar belum digarap serius. NU masih minim pengusaha. Inilah yang tengah serius digarap Ansor. “Kami masih berusaha melahirkan pengusaha-pengusaha yang asli dari NU, dalam konteks ini yang lahir dari Ansor."

Ia mendorong kader Ansor di seluruh Indonesia mengembangkan diri, berkarya dalam menciptakan peluang-peluang usaha, mencetak pengusaha. Adapun caranya dengan meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) kader Ansor melalui pengembangan program ekonomi.

Dalam waktu dekat ini, pihaknya akan menggelar rapat koordinasi nasional (rakornas) yang akan dihadiri pimpinan GP Ansor seluruh Indonesia. Rakornas diadakan sebagai langkah konsolidasi, penguatan kaderisasi, dan kemandirian organisasi. "Saya meminta kini saatnya kembali melakukan konsolidasi, kaderisasi, dan mempercepat kemandirian organisasi," kata Yaqut.

Soal kemandirian organisasi, Yaqut mendorong semua kader GP Ansor di seluruh Indonesia melakukan berbagai usaha pengembangan ekonomi kader. Pengembangan ekonomi kader ini sesuai dengan visi dan misi Ansor.

 


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT