Ma'ruf Amin: Tak Terpilih Jadi Menteri Belum Ada Garis Tangannya
TEMPO.CO | 26/10/2019 07:28
Wakil Presiden Ma'ruf Amin saat diambil sumpah jabatannya dalam acara Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden di Ruang Rapat Paripurna, Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Ahad, 20 Oktober 2019. TEMPO/M Taufan Rengganis
Wakil Presiden Ma'ruf Amin saat diambil sumpah jabatannya dalam acara Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden di Ruang Rapat Paripurna, Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Ahad, 20 Oktober 2019. TEMPO/M Taufan Rengganis

TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Presiden Ma'ruf Amin mengatakan bahwa menjadi menteri dan wakil menteri itu bukan soal pintar dan hebat. Tapi memang belum takdirnya.

"Memang yang jadi menteri ini bukan apa-apa, wakil menteri itu garis tangan,” kata Ma'ruf dalam silaturahmi dan syukuran atas pelantikan dirinya sebagai wapres di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Jumat, 25 Oktober 2019.

Sehingga, yang tidak terpilih jadi menteri atau wakil menteri itu karena tangannya belum ada garisnya. “Kenapa tidak dari kemarin digarisin sendiri itu?" Ma'ruf bercanda.

Ia meminta maaf kepada relawan jika ada yang tidak terakomodasi dalam Kabinet Indonesia Maju. Sebab, jumlah jabatan menteri hanya 34, sedangkan wakil menteri 12. Sehingga, kata dia, terpaksa ada relawan yang tidak kebagian. Sambil bergurau, ia berharap ada wakilnya wakil menteri supaya lebih banyak relawan yang bisa tertampung dalam kabinet.

Menjadi wakil presiden, kata Ma'ruf, juga soal garis tangan. Ia tak pernah bercita-cita menjadi wakil presiden. Tetapi ingin tetap menjadi seorang kiai. "Saya memang maunya jadi kiai, disuruhnya jadi kiai, makanya saya jadi Rais Aam PBNU, Ketua MUI. Tapi, rupanya garis tangan. Pak Jokowi mengajak saya untuk jadi wapres. Dan ternyata jadi. Itu garis tangan."

Ma'ruf bercerita bahwa ia terinspirasi dengan cerita orang tua yang sedang menanam pohon. Orang tua yang menanam pohon tidak akan menikmati hasilnya. Hasilnya akan dinikmati untuk generasi yang akan datang. Karena itu, Ma'ruf Amin bertekad jika jadi wapres dan membantu presiden, ia ingin bisa mengantarkan Indonesia menjadi negara maju. "Bukan untuk saya tapi untuk generasi Indonesia yang akan datang."

 


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT