PR Jokowi Periode II, Tingkatkan IPO dan Tuntaskan UU Pasar Modal
TEMPO.CO | 21/10/2019 08:19
Wakil Presiden Jusuf Kalla (kedua kanan) didampingi Menko Perekonomian Darmin Nasution (tengah), Menkeu Sri Mulyani (ketiga kiri), Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Wimboh Santoso (ketiga kanan), Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo (kana
Wakil Presiden Jusuf Kalla (kedua kanan) didampingi Menko Perekonomian Darmin Nasution (tengah), Menkeu Sri Mulyani (ketiga kiri), Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Wimboh Santoso (ketiga kanan), Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo (kanan), Dirut Bursa Efek Indonesia Tito Sulistio (kiri), Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK Hoesen (kedua kiri) membuka perdagangan saham 2018 di BEI, Jakarta, 2 Januari 2018. Tempo/Tony Hartawan

TEMPO.CO, Jakarta - Menyambut pelantikan Presiden Joko Widodo untuk masa jabatan periode kedua, Asosiasi Emiten Indonesia (AEI) mengingatkan bahwa Jokowi masih memiliki pekerjaan rumah yang harus diselesaikan dalam lima tahun ke depan.

Direktur Eksekutif AEI Samsul Hidayat menyampaikan, pemerintah diharapkan bisa meningkatkan partisipasi perusahaan menjadi emiten lewat penawaran umum saham perdana (initial public offering) di Bursa Efek Indonesia.

Selain itu, jumlah investor juga diharapkan bisa terus bertambah karena saat ini porsinya masih kecil dibandingkan total jumlah penduduk.

“PR untuk 5 tahun ke depan adalah meningkatkan partisipasi perusahaan-perusahaan untuk IPO dan juga jumlah investor yang secara persentase dibandingkan dengan jumlah penduduk masih cukup kecil,” kata Direktur Eksekutif AEI Samsul Hidayat kepada Bisnis, Ahad, 20 Oktober 2019.

Selain itu, Samsul juga menyinggung bahwa penyelesaian revisi Undang-undang Pasar Modal juga merupakan salah satu agenda strategis yang diharapkan pelaku pasar pada periode kedua kepemimpinan Presiden Joko Widodo.

“Penyelesaian revisi UU Pasar Modal juga merupakan satu agenda strategis yang diharapkan pada periode ke-II kepemimpinan Pak Jokowi,” imbuh Samsul.

BISNIS 

REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT