Ma'ruf Amin Jadi Wapres, Khofifah Yakin Ekonomi Syariah RI Cerah
TEMPO.CO | 21/10/2019 06:19
Presiden Joko Widodo (kiri) berjabat tangan dengan Cawapres nomor urut 01 Maruf Amin (kanan) saat halalbihalal di Istana Negara, Jakarta, Rabu 5 Juni 2019. Presiden bersama Ibu Negara Iriana Joko Widodo, Wakil Presiden Jusuf Kalla dan Ibu Mufidah Kalla me
Presiden Joko Widodo (kiri) berjabat tangan dengan Cawapres nomor urut 01 Maruf Amin (kanan) saat halalbihalal di Istana Negara, Jakarta, Rabu 5 Juni 2019. Presiden bersama Ibu Negara Iriana Joko Widodo, Wakil Presiden Jusuf Kalla dan Ibu Mufidah Kalla menggelar halalbihalal Idufitri 1 Syawal 1440 Hijriah di Istana Negara yang terbuka bagi masyarakat umum maupun pejabat negara. ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari

Tempo.Co, Jakarta - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa berkomentar soal dilantiknya Ma'ruf Amin menjadi wakil presiden mendampingi Presiden Joko Widodo selama lima tahun ke depan. Khofifah optimistis Ma'ruf Amin memiliki komitmen dan kekuatan pemikiran soal arus baru ekonomi indonesia.

"Arus baru ekonomi Indonesia beliau memberikan penguatan terhadap ekonomi syariah dan bagi Indonesia," ujar Khofifah saat menghadiri pelantikan presiden dan wakil presiden periode 2019-2024 di Kompleks Parlemen, Ahad, 20 Oktober 2019.

Penguatan ekonomi syariah itu, ujar Khofifah, diwujudkan misalnya dengan mendorong pasar sukuk hingga sukuk obligasi selama lima tahun ke depan. Dengan demikian, Indonesia bisa menyusul Malaysia yang sudah lebih awal memberikan penguatan pada sektor keuangan syariah itu.

"Kiai Ma'ruf punya kekuatan untuk bisa mendorong bagaimana sukuk obligasi, sukuk market bisa lebih kuat di Indonesia," kata Khofifah. Pasalnya, ia melihat potensi itu belum terbangun dengan standar yang kuat di antara semua lini.

Selain soal ekonomi syariah, Khofifah berharap dalam lima tahun ke depan pemerintahan Jokowi - Ma'ruf bisa lebih membangun kesejahteraan masyarakat. Ia melihat komitmen itu sudah tercermin dari adanya penguatan anggaran yang luar biasa pada Kementerian Sosial.  

"Artinya bahwa khusus untuk memberikan kesejahteraan bagi masyarakat miskin dan terutama adalah program PKH dan bantuan pangan non-tunai rupanya pada APBN tahun yang akan datang mendapatkan penguatan yang cukup signifikan," kata Khofifah.

Jokowi dan Ma'ruf Amin membaca sumpah jabatan pada Ahad, 20 Oktober 2019. Keduanya kemudian menandatangani berita acara pelantikan presiden. Nampak pula Ketua MPR dan jajaran pimpinan dalam penandatanganan ini.

Dengan pembacaan sumpah jabatan serta penandatanganan berita acara pelantikan, Jokowi dan Ma'ruf Amin resmi menjadi presiden dan wakil presiden periode 2019-2024.

 


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT