PKS Sebut Gerindra Masih Mungkin Jadi Oposisi By Accident
TEMPO.CO | 20/10/2019 06:33
Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto memberikan keterangan setelah menggelar pertemuan dengan Ketua Umum Partai Golkar Airlangga di kantor DPP Partai Golkar, Jakarta, Selasa, 15 Oktober 2019. TEMPO/M Taufan Rengganis
Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto memberikan keterangan setelah menggelar pertemuan dengan Ketua Umum Partai Golkar Airlangga di kantor DPP Partai Golkar, Jakarta, Selasa, 15 Oktober 2019. TEMPO/M Taufan Rengganis

TEMPO.CO, Jakarta - Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera Mardani Ali Sera masih berharap Partai Gerindra menjadi oposisi di pemerintahan Joko Widodo-Ma'ruf Amin. Menanggapi santernya isu Gerindra akan bergabung ke koalisi Jokowi, Mardani mengatakan bahwa semuanya belum pasti.

Menurut Mardani, bisa saja Gerindra tiba-tiba berbalik arah memilih di luar pemerintahan jika tak mendapatkan portofolio kabinet yang diinginkan.

"Kan belum ada pengumuman, siapa tahu. Maksudnya begini, kalau saya tetap berharap, ada yang oposisi by design, mungkin ada oposisi by accident," kata Mardani di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu, 19 Oktober 2019.

Yang dia maksud oposisi by design (dengan sengaja) adalah PKS. Menurut Mardani, partainya sudah memutuskan akan menjadi oposisi pemerintah selama lima tahun mendatang. Namun, dia berkali-kali juga menyampaikan PKS tak ingin menjadi oposisi sendirian.

Adapun oposisi by accident (tak sengaja) dimaksudkannya untuk Gerindra. "Kalau ternyata pas pengumumannya ternyata enggak sesuai, kursi yang diinginkan dan jumlahnya," ucapnya.

Partai Gerindra santer disebut-sebut bakal merapat ke koalisi pemerintah. Partai besutan Prabowo Subianto ini juga dikabarkan mengincar kursi Menteri Pertanian dan Menteri Pertahanan.

Posisi pertama disebut diplot untuk Wakil Ketua Umum Gerindra Edhy Prabowo, sedangkan yang kedua untuk Prabowo sendiri.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT