Bandara Kertajati Akan Jadi Pusat Kawasan Logistik E-commerce
TEMPO.CO | 20/10/2019 05:36
Bandara Internasional Kertajati membuka dua rute barunya oleh maskapai Lion Air, yakni Kertajati (KJT) - Halim Perdanakusuma (HLP) dan Kertajati - Yogyakarta (JOG) pada 11 Januari mendatang.
Bandara Internasional Kertajati membuka dua rute barunya oleh maskapai Lion Air, yakni Kertajati (KJT) - Halim Perdanakusuma (HLP) dan Kertajati - Yogyakarta (JOG) pada 11 Januari mendatang.
TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan Bandara Internasional Jawa Barat atau Bandara Kertajati bakal disiapkan menjadi kawasan logistik e-commerce. Rencana tersebut ia sampaikan dalam evaluasi 5 tahun kinerja Kabinet Kerja Indonesia Jilid I. 
 
“Kertajati akan dirintis sebagai bandara untuk pusat distribusi logistik e-commerce. Kami sudah bincangkan dengan PT Angkasa Pura II Persero,” ujar dia di Jakarta Pusat, Sabtu, 19 Oktober 2019. 
 
Dia menyebutkan, kawasan pusat logistik di Kertajati akan berkembang seiring dengan pembangunan dua infrastruktur besar di Jawa Barat. Di antaranya Pelabuhan Patimban di Subang, Jawa Barat, dan akses Jalan Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan atau Cisumdawu yang akan menghubungkan Kota Bandung dan Kertajati. 
 
Pembangunan pelabuhan dan akses jalan tol ditargetkan kelar pada 2020. Budi Karya memastikan, setelah konstruksi keduanya final, pendistribusian barang bakal lebih mudah lantaran ada integrasi antara bandara, pelabuhan, dan jalan tol. Keberadaan integrasi kawasan logistik e-commerce ini pun digadang-gadang mampu memangkas waktu pengiriman barang. 
 
Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Polana Banguningsih Pramesti mengatakan saat ini sudah ada investor yang berminat membangun gudang logistik di kawasan Bandara Kertajati. “Angkasa Pura II memastikan ada investor tertarik. Mereka sedang komunikasi,” ujar Polana di tempat yang sama. 
 
Pengembangan kawasan pusat logistik diharapkan dapat menghidupkan kembali operasional Bandara Kertajati yang belakangan ini mengalami penurunan performa, baik dari sisi pergerakan penumpang maupun frekuensi penerbangan. 

Sejak dioperasikan pada awal tahun lalu, Bandara Kertajati memang tercatat sepi penumpang. Kondisi ini menyebabkan sejumlah maskapai mencabut rute. Garuda Indonesia, misalnya. Maskapai penerbangan pelat merah ini belakangan hengkang menyusul Citilink Indonesia.
 
Tempo mencatat, pergerakan penumpang di bandara itu mulai Juli hingga September terus turun. Pada Juli 2019, total pergerakan penumpang sebanyak 104.934 orang atau rata-rata 3.385 orang per hari. Sedangkan pada Agustus melorot menjadi 86.824 pergerakan penumpang dengan rata-rata 2.801 penumpang per hari. Sementara itu, hingga 16 September 2019, total penumpang di Bandara Kertajati hanya 233.180 orang. 
 
Adapun saat ini Bandara Kertajati dioperasikan oleh Angkasa Pura II. Pembangunan bandara dilakukan atas inisiatif daerah untuk membuka konektivitas dan mendorong munculnya kantong-kaontong pusat ekonomi baru. 
 
FRANCISCA CHRISTY ROSANA

REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT