Wakil Presiden Cina Minta JK Tetap Mainkan Peran Bangun Indonesia
TEMPO.CO | 19/10/2019 21:14
Wakil Presiden Jusuf Kalla memberikan keterangan pers terkait penyerangan Menkopolhukam Wiranto di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta, Kamis 10 Oktober 2019. Menko Polhukam Wiranto dibawa dan dirawat di RSPAD setelah sebelumnya mendapat perawatan di RSUD Berka
Wakil Presiden Jusuf Kalla memberikan keterangan pers terkait penyerangan Menkopolhukam Wiranto di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta, Kamis 10 Oktober 2019. Menko Polhukam Wiranto dibawa dan dirawat di RSPAD setelah sebelumnya mendapat perawatan di RSUD Berkah Pandeglang, Banten karena diserang orang tidak kenal saat kunjungan kerja di daerah tersebut. ANTARA FOTO/Galih Pradipta

TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menerima courtesy call Wakil Presiden Cina Wang Qishan di Istana Wapres, Jakarta, Sabtu, 19 Oktober 2019.

Wang Qishan menyampaikan kedatangannya ke Indonesia sebagai utusan khusus mewakili Presiden Cina untuk menghadiri pelantikan Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia terpilih, Joko Widodo dan Ma'ruf Amin, yang akan dilaksanakan pada Ahad, 20 Oktober 2019.

Menurut Wang Qishan, ia mengenal JK ketika sedang melakukan kunjungan ke Jakarta pada 2005. Saat itu, Wang Qishan masih menjadi Gubernur Beijing.

“Saya sangat gembira karena hari ini kita bertemu lagi, saya mengenal Bapak sebagai pribadi yang ramah,” katanya dalam siaran tertulis Komunikasi dan Informasi Publik Sekretariat Wakil Presiden, Sabtu, 19 Oktober 2019.

Wang Qishan menyatakan bahwa Indonesia dan Cina memiliki beberapa persamaan, di antaranya kedua negara tergabung dalam G-20, kelompok negara dengan perekonomian besar di dunia.

Selain itu keduanya memiliki kebudayaan timur, sehingga sangat menghormati sopan santun dan perasaan.

Hubungan Indonesia-Cina juga memiliki sejarah panjang dimana Indonesia merupakan salah satu negara pertama yang mengakui kemerdekaan Cina. Untuk itu, Wang Qishan berharap hubungan bilateral Indonesia-Cina semakin meningkat.

Wang Qishan juga meminta JK tetap memainkan peranannya untuk membangun Indonesia, terutama dalam meningkatkan hubungan kedua negara meski tak lagi menjabat sebagai wakil presiden.

“Bapak selalu melahirkan pemikiran yang mendorong pembangunan di Indonesia. Walau jabatan wakil presiden akan selesai, tapi sebagai politikus yang sangat senior dan terkenal mungkin belum selesai tugasnya."

Ia melanjutkan, "Jadi meskipun sudah pensiun, Bapak tetap punya pengaruh yang sangat besar dalam pembangunan Indonesia. Pepatah Cina mengatakan pensiun tapi tidak istirahat."

Wang Qishan pun mendoakan JK agar selalu diberikan kesehatan, dan mengundangnya berkunjung ke Cina setelah tugas menjadi Wapres selesai.

“Kita bisa bertemu dalam suasana yang lebih santai dan berbicara lebih bebas tanpa aturan protokol dan media. Saya juga akan memberikan Bapak visa,” canda Wang Qishan disambut tawa yang hadir saat itu.

Menanggapi pernyataan Wang Qishan, Jusuf Kalla menyampaikan terima kasih atas kehadirannya menghadiri pelantikan Presiden dan Wapres RI terpilih.

Ia juga berharap para pengusaha Cina yang melakukan investasi di Indonesia dapat meningkatkan hubungan kedua negara.

“Proyek kereta api Jakarta-Bandung menjadi fundamental hubungan ekonomi kedua negara,” kata JK.

Hadir mendampingi Wapres Jusuf Kalla Duta Besar Luar Biasa Berkuasa Penuh di Beijing, RRT, Djauhari Oratmangun, Kepala Sekretariat Wakil Presiden Mohamad Oemar, Deputi Pembangunan Manusia dan Pemerataan Pembangunan Bambang Widianto,

Tim Ahli Wapres Sofyan Wanandi dan M. Ikhsan, serta Dirjen Asia Pasifik dan Asia Tenggara, Kementerian Luar Negeri Desra Percaya.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT