OJK Klaim Inklusi Keuangan Lampaui Target 2019
TEMPO.CO | 19/10/2019 19:55
Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Wimboh Santoso saat memberikan keynote speech dalam seminar bertajuk "Antisipasi Disrupsi Teknologi Keuangan Kerja 4.0 : Mengendalikan Fintech sebagai Parameter Perekonomian Masa Kini" di Hotel JW Marriott, Ja
Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Wimboh Santoso saat memberikan keynote speech dalam seminar bertajuk "Antisipasi Disrupsi Teknologi Keuangan Kerja 4.0 : Mengendalikan Fintech sebagai Parameter Perekonomian Masa Kini" di Hotel JW Marriott, Jakarta Selatan, Rabu 23 Januari 2019. TEMPO/Dias Prasongko

TEMPO.CO, Jakarta - Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Bidang Edukasi Perlindungan Konsumen Tirta Segara mengatakan inklusi keuangan Indonesia terus meningkat. Dia mengklaim capaian saat ini sudah melebihi target 2019.

"Survei OJK target 75 persen tahun ini, alhamdulillah telah terlampaui. Angka detail belum bisa kami sampaikan," kata Tirta dalam Fin Expo di Kota Kasablanka, Jakarta, Sabtu, 19 Oktober 2019.

Tirta mengatakan dalam strategi nasional keuangan inklusif atau SKNI yang dicanangkan 2016, target inklusi keuangan pada tahun ini dipatok sebesar 75 persen. Meski dia mengklaim sudah melampaui target, angka pasti tidak disebutkan.

Menurut dia, hal itu diperoleh melalui hasil survei yang dilakukan oleh OJK. Hal itu dia sampaikan saat OJK meluncurkan program Sinergi Aksi Indonesia Menabung sebagai puncak kegiatan Bulan Inklusi Keuangan 2019.

Adapun Sinergi Aksi Menabung merupakan salah satu implementasi dari diterbitkannya Keputusan Presiden atau Keppres No 26 Tahun 2019 tentang Hari Indonesia Menabung yang diperingati setiap 20 Agustus.

Sinergi aksi ini melibatkan OJK, BI, LPS dan Lembaga Jasa Keuangan dalam meningkatkan kepedulian masyarakat tentang pentingnya menabung untuk investasi, perlindungan dan masa depan. Dia mengatakan jumlah lembaga jasa keuangan yang terlibat dalam pameran meningkat dari tahun sebelumnya dari 52 menjadi hampir 90 tahun ini.

Dalam kesempatan itu, Tirta juga mengatakan literasi pun meningkat. Berdasarkan survei OJK, dia kembali mengklaim capaian literasi pada 2019 juga melampaui target. "Literasi 35 persen pada 2019, juga telah terlampaui. Ini lebih besar," kata dia.

HENDARTYO HANGGI


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT