Bila Tak Jadi Menteri Lagi, Susi Pesan Ini untuk Penggantinya
TEMPO.CO | 19/10/2019 07:09
Menteri BUMN Rini Soemarno (kiri) dan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menghadiri acara Pengucapan Sumpah Jabatan Anggota BPK Periode 2019-2024 di Mahkamah Agung, Jakarta, Kamis 17 Oktober 2019. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan
Menteri BUMN Rini Soemarno (kiri) dan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menghadiri acara Pengucapan Sumpah Jabatan Anggota BPK Periode 2019-2024 di Mahkamah Agung, Jakarta, Kamis 17 Oktober 2019. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan

TEMPO.CO, Jakarta - Menteri-menteri pembantu Presiden Joko Widodo atau Jokowi telah mengakhiri masa jabatannya pada Jumat, 18 Oktober 2019. Sejumlah menteri pun menyampaikan harapannya untuk pemerintahan ke depan, termasuk Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti.

Saat ditemui di kantornya dalam acara peluncuran buku bertajuk 'Transformasi Kelautan dan Perikanan 2014-2019', Susi memberikan pesannya jika ia tak didapuk lagi menjadi menteri. Menurut dia, penggantinya kelak mesti melanjutkan visi-misi di pemerintahan jilid I yang memiliki semangat membangun poros maritim.

"Pembangunan laut, pembangunan bahari harus lanjut karena 71 persen wilayah kita adalah laut," ujar Susi di kantor Kementerian KKP, Jakarta Pusat.

Tak hanya laut, Susi mengatakan pemerintah mesti memiliki agenda untuk mendorong optimalisasi perikanan budidaya. Sebab, ujar dia, 10 persen wilayah Tanah Air merupakan area danau dan sungai yang potensial untuk pembudidayaan ikan air tawar.

Adapun saat ini, Susi mengatakan KKP masih memiliki sederet pekerjaan rumah. Salah satunya ialah meningkatkan kesejahteraan nelayan dengan pemerataan distribusi hasil laut.

"Saya ingin memastikan kekayaan yang begitu banyak bisa terdistribusi dengan adil," katanya.

Susi menjelaskan, menurut hasil analisisnya, distribusi perikanan di Tanah Air saat ini masih timpang. Ketimpangan terjadi karena 70 persen dari 760 ribu lebih kapal besar yang melaut di perairan Indonesia dimiliki oleh masyarakat di
kawasan Sumatera dan sekitarnya. Karena itu, ia mencatat distribusi hasil perikanan cenderung hanya merata di wilayah barat .


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT