Menaker Hanif Dhakiri Pamitan: Jangan Lelah Mencintai Indonesia
TEMPO.CO | 19/10/2019 07:23
Menteri Ketenagakerjaan, M. Hanif Dhakiri, dalam diskusi acara Ulang Tahun ke -15 Prakarsa yang bertemakan “15 Years of Welfare Initiative: Advancing Sustainable Missions” di Jakarta, Selasa, 17 September 2019.
Menteri Ketenagakerjaan, M. Hanif Dhakiri, dalam diskusi acara Ulang Tahun ke -15 Prakarsa yang bertemakan “15 Years of Welfare Initiative: Advancing Sustainable Missions” di Jakarta, Selasa, 17 September 2019.

TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri berpamitan kepada seluruh pegawai dan Mitra Kerja Kementerian Ketenagakerjaan sejalan dengan habisnya masa kerjanya.

Di hari terakhirnya menjabat sebagai Menteri Ketenagakerjaan, Hanif berpesan kepada seluruh pegawai dan Mitra Kerja Kemnaker untuk selalu komitmen, setia, dan loyal terhadap Pancasila dan NKRI.

“Jangan pernah lelah mencintai Indonesia,” kata Hanif Dhakiri kepada Pegawai dan Mitra Kerja Kemnaker pada acara "Kick Off 5S" di halaman Kantor Kemnaker, Jakarta, seperti disampaikan dalam keterangan tertulis Jumat, 18 Oktober 2019.

Dia mengatakan Indonesia adalah negara yang terdiri dari berbagai suku, bangsa, dan agama. Untuk itu, persatuan dan kesatuan adalah modal utama Indonesia untuk bekerja dan berkarya menuju negara yang maju dan sejahtera. “Kita harus maju dan berkembang sebagai sebuah Bhineka Tunggal Ika,” ujarnya.

Hanif Dhakiri juga menyampaikan bahwa dia merasa senang dan bangga telah menjadi bagian dari Keluarga Besar Kemnaker. Bersama seluruh pegawai dan Mitra Kerja, Kemnaker telah mencapai sejumlah prestasi. Salah satunya, predikat WTP dari BPK atas laporan keuangan Kemnaker dalam 3 tahun terakhir.

“Dan saya senang menjadi bagian darinya. Karena ternyata kita bisa bersama-bersama bergerak maju,” katanya.

Selanjutnya, Hanif Dhakiri berpesan agar kelak seluruh pegawai dan mitra kerja mendukung siapapun yang diangkat menjadi Menteri Ketenegakerjaan selanjutnya. Dia juga mendorong agar Kementerian tersebut meningkatkan kinerjanya dengan penuh kreativitas, inovasi, dan terobosan.

Kemenaker menggelar Kick Off 5S yang merupakan rangkaian dari kegiatan Penerapan dan Penilaian 5S, gabungan dari 5 kata dari Bahasa Jepang, yaitu Seiri (Sisih), Seiton (Susun), Seiso (Sasap), Seiketsu (Sosoh), dan Shitsuke (Suluh).

5S merupakan budaya kerja yang berkembang di Jepang dan sudah banyak diterapkan di sebagian besar perindustrian seluruh dunia. Implementasi 5S di Kemenaker diharapkan dapat memberikan manfaat bagi unit kerja secara visual maupun fungsional. “Ini adalah prinsip untuk menciptakan lingkungan kerja yang rapi, bersih, yang berdampak terhadap sikap kerja produktif,” ujar Hanif Dhakiri.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT