Prabowo Beri Fadli Zon Keris, Sandiaga: Sebagai Tanda Warrior
TEMPO.CO | 18/10/2019 06:55
Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra Fadli Zon menyampaikan orasi di Wisma Yayasan Pembangunan Indonesia (YPI), Ciawi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis 7 Februari 2019. ANTARA FOTO/Arif Firmansyah
Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra Fadli Zon menyampaikan orasi di Wisma Yayasan Pembangunan Indonesia (YPI), Ciawi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis 7 Februari 2019. ANTARA FOTO/Arif Firmansyah

TEMPO.CO, Jakarta-Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto memberikan keris kepada salah satu kadernya, Fadli Zon, dalam acara Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) yang digelar di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Rabu kemarin, 16 Oktober 2019.

Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Sandiaga Uno bercerita, keris itu diberikan sebagai tanda penghargaan Prabowo untuk Fadli. Sandiaga menyebut, Fadli dianggap telah menjadi wajah partai selama ini.

"Yang terharu sekali Pak Fadli Zon diberikan keris sebagai tanda warrior (prajurit), sudah menjadi wajah Gerindra selama lima tahun di periode DPR yang lalu," kata Sandiaga di rumahnya, Jalan Pulombangkeng Nomor 5, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis, 17 Oktober 2019.

Fadli Zon sebelumnya menjadi Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat periode 2014-2019. Wakil Ketua Umum Partai Gerindra itu dikenal kerap mengkritik kebijakan pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla. Di DPR periode 2019-2024 Fadli tak lagi ditunjuk menjadi wakil ketua. Posisinya digantikan oleh Sufmi Dasco Ahmad, rekannya sesama Wakil Ketua Umum Gerindra.

Sandiaga berujar pemberian keris itu merupakan salah satu cara Prabowo mendamaikan dua pandangan terkait sikap politik Gerindra seusai pemilihan presiden 2019. Sandiaga bercerita sebelumnya ada dua kubu. Ada yang ingin Gerindra bergabung ke koalisi Jokowi, ada pula yang berharap tetap di luar pemerintahan.

Ditilik dari pernyataan-pernyataannya selama ini, Fadli Zon cenderung berada di kelompok kedua. Fadli pernah menyatakan akan tetap kritis bahkan seandainya Gerindra menjadi koalisi pemerintah. "Jadi itu salah satu bagian dari proses Pak Prabowo merekonsiliasi dua pemikiran yang ada di Gerindra," ujar Sandiaga.

 


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT