Diminta Bangun Bandara Misool, Budi Karya: Kantong Kita Terbatas
TEMPO.CO | 14/10/2019 06:00
Seorang wisatawan memotret gugusan pulau menonjol yang disebut Limestone, di Kawasan objek wisata Balbulol, Distrik Misool Timur, Raja Ampat, Papua, 25 April 2015. TEMPO/Hariandi Hafid
Seorang wisatawan memotret gugusan pulau menonjol yang disebut Limestone, di Kawasan objek wisata Balbulol, Distrik Misool Timur, Raja Ampat, Papua, 25 April 2015. TEMPO/Hariandi Hafid

TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengkaji rencana pembangunan bandara baru di Pulau Misool, Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat. Pembangunan bandara baru ini diusulkan pemerintah setempat untuk memudahkan transportasi wisatawan ke sana.

"Ada satu pulau yang perjalanan lautnya perlu waktu sekitar empat jam lebih (dari Pulau Waigeo), kami akan meneliti dulu," kata Budi ditemui seusai rapat bersama para kepala daerah Provinsi Papua dan Papua Barat di Jakarta, Ahad 13 Oktober 2019.

Budi Karya menjelaskan pembangunan bandara baru di selatan Raja Ampat itu belum bisa terealisasi dalam waktu dekat. Pasalnya, pemerintah ingin mengkaji potensi pariwisata di kawasan tersebut terlebih dahulu.

"Misool itu kalau dibangun paling tidak (butuh) sekitar Rp1 triliun. Kantong kita ini kan tidak banyak sekali. Kita lihat potensi pariwisatanya, kalau ada potensi bagus kita akan lakukan pembangunan segera," Budi Karya menjelaskan.

Pemerintah, kata Budi Karya, saat ini tengah mengembangkan Bandara Marinda, Raja Ampat, yang terletak di Waisai, Pulau Waigeo. Landas pacu Bandara Marinda yang kerap disebut Bandara Raja Ampat itu rencananya akan diperpanjang hingga 1.525 meter pada tahun 2019 ini. Namun, pengembangan bandara tersebut baru bisa selesai pada 2020.

Perpanjangan landas pacu diperlukan untuk mendukung konektivitas di destinasi wisata bahari unggulan itu. "Yang pasti, bandara (Marinda) ini akan segera diselesaikan dulu. Sekarang kurang panjang dan ada masalah safety," ujar Budi Karya.

Terpisah, Bupati Raja Ampat Abdul Faris Umlati mengatakan alternatif bandara di Misool itu diharapkan dapat mendukung potensi wisata di pulau tersebut. Pasalnya, Misool memiliki objek wisata bawah laut yang menakjubkan. Bahkan National Geographic memberikan penilaian tinggi terhadap alam bawa laut Misool.

ANTARA


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT