Garap LRT, Adhi Karya Sudah Terima Pembayaran Rp 8,3 Triliun
TEMPO.CO | 13/10/2019 23:03
Menteri BUMN Rini Soemarno saat meninjau proyek stasiun LRT di Stasiun Harjamukti, Cibubur, Jakarta Timur, Jumat 23 Agustus 2019. Foto/istimewa
Menteri BUMN Rini Soemarno saat meninjau proyek stasiun LRT di Stasiun Harjamukti, Cibubur, Jakarta Timur, Jumat 23 Agustus 2019. Foto/istimewa

TEMPO.CO, Jakarta - PT Adhi Karya (Persero) Tbk menyatakan telah menerima pembayaran keempat untuk pengerjaan proyek kereta layang ringan (Light Rail Transit/LRT) Jabodebek sebesar Rp1,4 triliun. Direktur Keuangan Adhi Karya, Entus Asnawi di Jakarta, mengatakan bahwa pembayaran itu dilakukan berdasarkan progress pekerjaan LRT Jabodebek dari bulan Oktober 2018 hingga Maret 2019.

"Pembayaran LRT Jabodebek dilakukan oleh Pemerintah melalui PT KAI (Persero) berdasarkan hasil progres pekerjaan yang telah dievaluasi dan diperiksa oleh BPKP (Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan)," papar Entus usai prosesi pengangkatan kereta pertama LRT Jabodebek, Ahad 13 Oktober 2019.

Dengan demikian, total pembayaran yang sudah diterima Adhi Karya dari pembangunan LRT Jabodetabek mencapai Rp8,3 triliun. Sementara nilai kontrak pembangunan LRT mencapai sekitar Rp20 triliun. "Total penerimaannya sudah mencapai Rp8,3 triliun," ucap Entus.

Saat ini, progress pelaksanaan pembangunan prasarana LRT Jabodebek tahap I sampai dengan 4 Oktober 2019, telah mencapai 66,13 persen. Untuk lintas pelayanan satu, yakni Cawang-Cibubur sudah mencapai 85,7 persen, lintas pelayanan dua Cawang-Kuningan-Dukuh Atas 56,1 persen, dan lintas pelayanan tiga yakni Cawang-Bekasi Timur 59,5 persen.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengharapkan LRT Jabodebek akan beroperasi penuh pada November 2021. "Ini bukan hanya proyek APBN, tetapi kolaborasi dari beberapa kementerian seperti BUMN dan Perhubungan," katanya pada kesempatan yang sama.

Budi Karya memperkirakan tarif untuk tiket LRT Jabodebek itu sebesar Rp12.000 untuk setiap perjalanan. "Itu sudah subsidi karena harga komersialnya sebesar Rp25.000, pemerintah subsidi 50 persen," katanya.

ANTARA | FRANCISCA CHRISTY ROSANA


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT