Gempa Beruntun Mengguncang Ambon, Murid SMP Tewas Tertimpa Bangunan
TEMPO.CO | 10/10/2019 21:00
Gempa Beruntun Mengguncang Ambon, Murid SMP Tewas Tertimpa Bangunan
Suasana kepanikan warga Ambon akibat gempa beruntun yang mengguncang ibu kota provinsi Maluku tersebut, Kamis (10/10/2019). (ANTARA/Jimmy Ayal)

TEMPO.CO, Jakarta - Seorang siswa SMP Kalam Kudus Ambon, Vinsen Yonatan Ananto, 13 tahun, meninggal dunia akibat tertimpa reruntuhan bangunan toko di Passo, Kecamatan Baguala, Kota Ambon, saat terjadi gempa magnitudo 5,2, Kamis, 19 Oktober 2019.

"Korban dievakuasi ke RS TNI Angkatan Laut Halong-Ambon pada pukul 15:00 WIT tetapi diduga sudah dalam kondisi meninggal dunia," kata dokter jaga di RS TNI Angkatan Laut, dr. Wijaya.

Bocah yang masih menggunakan pakaian seragam itu mengalami luka patah kaki kanan dan cedera di kepala bagian depan akibat terbentur benda keras.

"Dia bukan meloncat dari lantai II bangunan Toko Buyung Hoki, tetapi saat gempa memang sudah berada di lantai bawah dan tertimpa material yang runtuh akibat guncangan gempa," kata dr. Wijaya.

Setelah dibersihkan dan luka-lukanya dijahit, jasad korban dibawa pulang ke rumah duka untuk disemayamkan.

Satu warga lainnya dilaporkan terkena material gedung yang runtuh adalah Rido Maitimu yang berada di dalam gereja, namun dilaporkan sudah sadarkan diri.

Akibat gempa beruntun yang terjadi dengan kekuatan bervariasi dari magnitudo 5,2 hingga 3,8 mengakibatkan sejumlah bangunan rumah dan pertokoan di kawasan Passo mengalami kerusakan.

Gempa bumi tektonik dengan magnitudo 5,2 pada kedalaman 10 Km pukul 11:39:44 WIB dan secara beruntun terjadi berulang kali dalam hitungan menit.

 


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT