DKI Sebut Rumah Dinas Gubernur Belum Pernah Direnovasi Besar
TEMPO.CO | 09/10/2019 06:56
Hartono, korban kebakaran di Taman Kota, Kembangan, Jakarta Barat, Kamis, 29 Maret 2018, bekerja sebagai tukang poles lantai di rumah dinas Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Jakarta. Foto/Facebook Anies Baswedan
Hartono, korban kebakaran di Taman Kota, Kembangan, Jakarta Barat, Kamis, 29 Maret 2018, bekerja sebagai tukang poles lantai di rumah dinas Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Jakarta. Foto/Facebook Anies Baswedan

TEMPO.CO, Jakarta - Dinas Cipta Karya, Pertanahan dan Tata Ruang (Citata) DKI Jakarta mengatakan rumah dinas Gubernur DKI Jakarta tidak pernah direnovasi besar-besaran sejak lama.

"Itu pernah direnovasi pas zamannya Gubernur Pak Sutiyoso, Pak Foke (Fauzi Bowo), hanya model tambal-tambal gitu lah, hanya ketika ada spot-spot begitu saja, rusak dikit lalu diperbaiki. Belum pernah direnovasi besar," kata Kepala Dinas Citata DKI Jakarta, Heru Hermawanto, saat dihubungi di Jakarta, Selasa, 8 Oktober 2019.

Menurut Heru, selama ini perbaikan hanya bersifat situasional. Karena itu, kata dia, tahun depan Seksi Penugaran menyarankan agar dilakukan rehabilitasi besar terhadap bangunan yang jadi cagar budaya itu. "Sejak selama ini hanya kecil-kecil, seksi pemugaran mengusulkan untuk dirapikan sekalian, kemudian dikembalikan seperti bentuk yang awal," kata dia.

Rumah dinas Gubernur DKI Jakarta sebelumnya adalah rumah dinas Wali Kota Batavia sejak 1916. Pada 1949, rumah itu mulai dimanfaatkan untuk rumah dinas gubernur. Pemerintah DKI pun menganggarkan Rp 2,4 miliar dalam Kebijakan Umum Anggaran-Plafon Prioritas Anggaran Sementara (KUA-PPAS) 2020.

Heru mengatakan anggaran tersebut paling banyak dialokasikan untuk komponen atap, terutama rangka atap yang diusahakan untuk sesuai dengan aslinya yang terbuat dari kayu jati. "Karena ini adalah cagar budaya disarankan juga oleh tim pemugaran untuk mendekati aslinya yakni kayu jati yang harganya memang mahal," kata dia.

Selain itu, penganggaran termasuk perbaikan interior seperi pengecatan ulang. Heru menyebut anggaran sebesar itu tak termasuk pengadaan lift.

"Tidak, tidak, tidak jadi. Hingga saat ini juga belum jadi, kemarin kan anggaran tidak jadi dan akhirnya tidak kita buatkan. Anggarannya juga akhirnya tidak kepakai, ketunda dua kali ya," kata Heru.

Sejak dilantik pada 2017, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan keluarganya tidak tinggal di rumah dinas tersebut. Anies memilih tetap tinggal di rumah pribadinya di wilayah Lebak Bulus, Jakarta Selatan. Rumah dinas itu dipakai saat ada acara tertentu, misalnya halal bihalal.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT