Menhub: Kapasitas Bongkar Muat Pelabuhan Priok Bisa 12 Juta TEUs
TEMPO.CO | 06/10/2019 15:36
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meninjau kegiatan pengapalan impor dan ekspor barang di Terminal Peti Kemas (TPK) Koja, Jakarta Utara, Ahad, 6 Oktober 2019. TEMPO/Francisca Christy Rosana
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meninjau kegiatan pengapalan impor dan ekspor barang di Terminal Peti Kemas (TPK) Koja, Jakarta Utara, Ahad, 6 Oktober 2019. TEMPO/Francisca Christy Rosana

TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meninjau aktivitas pengapalan barang ekspor dan impor di Terminal Peti Kemas (TPK) Koja, kawasan Pelabuhan Tanjung Priok pada Ahad, 6 Oktober 2019. Saat ini, pelabuhan logistik tersebut beroperasi tidak hanya pada hari kerja, tapi juga akhir pekan.

"Selama ini (pengapalan) barang-barang (ekspor dan impor) relatif tidak maksimal di Sabtu dan Minggu. Oleh karenanya, saya minta ke tim perhubungan untuk aktifkan (pelabuhan logistik) pada Sabtu dan Minggu," ujarnya di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, pada Ahad, 6 Oktober 2019.

Dengan penambahan waktu pelayanan, Budi Karya mengatakan saat ini aktivitas pengapalan dan bongkar-muat barang meningkat dari semula sekali sepekan menjadi dua hingga tiga kali sepekan. Penambahan waktu pelayanan tersebut juga berdampak mengurangi kemacetan di jalan tol sekitar Tanjung Priok imbas bongkar-muat barang.

Dengan penambahan hari pelayanan ini, Budi Karya menargetkan kapasitas bongkar-muat barang di Pelabuhan Tanjung Priok meningkat. Berdasarkan data PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) Cabang Tanjung Priok, pada 2018 kapasitas bongkar-muat mencapai 7,5 juta TEUs (twenty foot equivalent unit).

Adapun pada 2017, kapasitas bongkar-muat tercatat lebih rendah ketimbang 2018, yakni hanya 6,5 juta TEUs. Pada 2019, Budi Karya menargetkan kapasitas tersebut naik menjadi 8 juta TEUs.

"Sekarang kira-kira sudah 40 persen (dari) yang direncanakan 8 juta TEUs," ucapnya.

Ia optimistis, kapasitas bongkar-muat barang ke depan bisa naik menjadi 10-12 juta TEUs dengan kondisi pelabuhan saat ini.

Adapun selain menargetkan bertambah kapasitas, pelayanan pengapalan yang dibuka non-stop ini akan memberikan kesempatan bagi Tanjung Priok menjadi hub. Artinya, pelabuhan tersebut menampung kapal-kapal besar dengan tujuan ke benua-benua seperti Afrika, Amerika, Australia, dan Asia tanpa melalui Singapura.

"Kalau kapal-kapal besar datang ke sini, frekuensinya lebih banyak," tutur Budi Karya.



REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT