Ma'ruf Cahyono: Peran Setjen Sebagai Sistem Pendukung Kinerja dan Alat Kelengkapan MPR
TEMPO.CO | 30/09/2019 00:40
Sekretaris Jenderal MPR RI, Ma'ruf Cahyono, dalam rangkaian acara "Pembekalan Materi Empat Pilar MPR Kepada Anggota MPR Terpilih Periode 2019-2024" di Gedung Nusantara IV, Kompleks Parlemen, Jakarta, Minggu, 29 September 2019.
Sekretaris Jenderal MPR RI, Ma'ruf Cahyono, dalam rangkaian acara "Pembekalan Materi Empat Pilar MPR Kepada Anggota MPR Terpilih Periode 2019-2024" di Gedung Nusantara IV, Kompleks Parlemen, Jakarta, Minggu, 29 September 2019.

INFO NASIONAL - Sekretaris Jenderal MPR RI, Ma'ruf Cahyono mengatakan keberadaan Sekretariat Jenderal MPR RI adalah sistem pendukung tugas-tugas dan kinerja pimpinan, anggota serta alat-alat kelengkapan MPR RI.

Hal tersebut dikatakan Ma'ruf dalam sesi Pemaparan Hak dan Kewajiban Administratif Anggota MPR Periode 2019-2014, dalam rangkaian acara "Pembekalan Materi Empat Pilar MPR Kepada Anggota MPR Terpilih Periode 2019-2024" di Gedung Nusantara IV, Kompleks Parlemen, Jakarta, Minggu, 29 September 2019.

“Setelah dilantik, maka Setjen MPR akan mendukung semua kegiatan dan tugas-tugas pimpinan dan anggota MPR dengan dukungan tiga hal, yakni dukungan teknis, administratif, dan keahlian. Semuanya dilakukan dengan transparan serta akuntabel,” ujarnya.

Menurut Ma'ruf, maksud dari tugas dukungan Setjen MPR adalah agar anggota MPR maksimal serta lancar dalam melaksanakan tugas dan wewenang yang ada sesuai amanah UUD dan UU MD3. Di mana pada saatnya nanti, setiap tahun seluruh kinerja-kinerja tersebut akan dilaporkan dalam Sidang Tahunan MPR dan Sidang Akhir Masa Jabatan dalam kurun waktu lima tahun.

“Satu lagi kami sampaikan, dalam menjalankan tugas agar maksimal. Kami memiliki nilai kerja yang kami beri nama ‘Harmoni’, yakni Humanis, Akuntabel, Responsif, Melayani, Obyektif, Netral dan Integritas. Nilai-nilai itulah yang kami pegang teguh dalam melaksanakan layanan kepada anggota MPR. Sumber daya aparatur di Setjen MPR sendiri adalah terdiri dari ASN, non ASN termasuk para tenaga ahli dan juga mudah-mudahan dengan Perpres yang baru turun, ke depan akan ada staff khusus untuk melayani Pimpinan MPR,” ucapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Ma’ruf juga menyampaikan bahwa MPR memiliki alat kelengkapan bernama Lembaga Pengkajian MPR, yang nanti sesuai Tatib MPR yang baru akan berganti nama menjadi Komisi Kajian Ketatanegaraan dengan tugas melakukan kajian-kajian tentang ketatanegaraan dan konstitusi. (*)


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT