Satgas Air Bersih: Ada Laporan, Dalam 2 Jam Air Sampai ke Warga
TEMPO.CO | 27/09/2019 07:43
Penjual air bersih saat mengisi air ke dalam jeriken di Muara Angke, Jakarta Utara, Selasa, 23 Juli 2019. TEMPO/Hilman Fathurrahman W
Penjual air bersih saat mengisi air ke dalam jeriken di Muara Angke, Jakarta Utara, Selasa, 23 Juli 2019. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

TEMPO.CO, Jakarta - Satuan Tugas atau Satgas Air Bersih Pemerintah DKI Jakarta menargetkan dalam dua jam setelah laporan masuk, air bersih sudah sampai kepada masyarakat yang membutuhkan.

"Kita targetkan dua jam dari laporan masyarakat air sudah sampai di lokasi," kata Direktur Utama PT PAM Jaya Prayitno Bambang Hernowo di kawasan Monas, Jakarta Pusat, Kamis, 26 September 2019.

Bagi masyarakat yang mengalami kekurangan air bersih, kata Prayitno, bisa langsung menghubungi nomor 112 agar segera dilayani oleh Satgas Air Bersih.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan membentuk Satgas Air Bersih yang bertugas memenuhi kebutuhan masyarakat soal air bersih pada musim kemarau kali ini. Satgas tersebut merupakan pasukan gabungan dari berbagai SKPD, seperti BPDB, Pam Jaya, hingga Damkar. Jumlahnya sebanyak 1.162 petugas.

Prayitno mengatakan telah menyiapkan toren penyimpan air di sejumlah titik yang berpotensi kekeringan. Sejumlah mobil tangki pun, kata dia, sudah siaga untuk membawa air bersih nantinya.

Saat ini, kata Prayitno, pasokan air di Jakarta masih aman untuk memenuhi kebutuhan air di sejumlah wilayah.

Pemerintah DKI mencatat saat ini ada 15 kecamatan di ibu kota yang sudah berada dalam kategori awas terjadi kekeringan. Kecamatan-kecamatan itu adalah Menteng, Gambir, Kemayoran, Tanah Abang, Halim Perdanakusuma, Pulogadung, Cipayung, Tebet, Pasar Minggu, Setia Budi, Cilincing, Tanjung Priok, Koja, Kelapa Gading dan Penjaringan.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT