Ikut Panen Cabai, Ini Pesan Gubernur Bank Indonesia ke Petani
TEMPO.CO | 22/09/2019 18:48
Deputi Wakil Kepala Bank Indonesia Cabang Jambi, Meli Ika Permata (baju merah) melakukan Panen Perdana Demplot Cabai Merah bersama petani di Desa Pelopek, Kecamatan Gunung Tujuh, Kabupaten Kerinci, Jambi, Senin 8 Mei 2017. TEMPO/SYAIPUL BAKHORI
Deputi Wakil Kepala Bank Indonesia Cabang Jambi, Meli Ika Permata (baju merah) melakukan Panen Perdana Demplot Cabai Merah bersama petani di Desa Pelopek, Kecamatan Gunung Tujuh, Kabupaten Kerinci, Jambi, Senin 8 Mei 2017. TEMPO/SYAIPUL BAKHORI

TEMPO.CO, Jakarta -  Bupati Sleman Sri Purnomo bersama Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo ikut bergabung dalam panen perdana cabai di Dusun Pondok 1, Wonolelo, Widodomartani, Kecamatan Ngemplak, Sleman hari ini.

Dalam kesempatan itu, Perry mengatakan BI selalu terus berupaya untuk menjaga kestabilan ekonomi Indonesia. Salah satunya dengan peningkatan kapasitas ekonomi pelaku UMKM dan mengurangi tekanan inflasi pada produk komoditas bahan pokok dalam hal ini cabai.

"Mengingat cabai adalah produk komoditas bahan pokok, selain itu harga cabai masih lumayan bagus, yakni kisaran Rp35 ribu per kilogram dan jika panen besar Rp15 ribu per kilogram maka dipilih lah cabai dalam Program Pengembangan Klaster di Dusun Pondok 1 ini," kata dia. Ahad 22 September 2019.

Perry berpesan ke para petani untuk selalu bersedekah dari hasil yang didapat, agar manfaatnya dapat dinikmati oleh masyarakat luas.

"Jangan lupa kepada para petani, setelah dibangun embung ini, dan hasil produksi meningkat, untuk selalu bersedekah, agar rezeki yang didapat selalu berkah," kata dia. 

Panen cabai tersebut berasal dari hasil binaan program "Coorporate Social Responsibility" (CSR) Bank Indonesia Perwakilan Wilayah DIY bekerja sama dengan Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kabupaten Sleman.

BI DIY memfasilitasi Demonstration Plot (Demplot) di lahan seluas tujuh hektare yang menerapkan teknologi pertanian. Yakni berupa penerapan sistem irigasi drip dan penggunaan pupuk hayati bekerja sama dengan Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta.



REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT