Pemprov Jabar Ajak Masyarakat Peduli Masalah Sampah
TEMPO.CO | 21/09/2019 22:04
Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum menghadiri acara puncak World Cleanup Day 2019 'Cleanup for Peaceful Indonesia' di Hutan Kota Bekasi, Sabtu (21/9/19).
Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum menghadiri acara puncak World Cleanup Day 2019 'Cleanup for Peaceful Indonesia' di Hutan Kota Bekasi, Sabtu (21/9/19).

INFO JABAR– Perayaan World Cleanup Day (WCD) 2019 di Kota Bekasi ditandai dengan  aksi bersih-bersih serentak. Wakil Gubernur Jawa Barat (Jabar) Uu Ruzhanul Ulum mengajak masyarakat untuk berani kotor dengan membersihkan sampah demi menyukseskan World Cleanup Day 2019 di Indonesia.

"Mari kita bersama sedikit berkotor ria dengan memungut sampah, terutama plastik yang ada di sekitar kita dan bersama kita sukseskan World Cleanup Day 2019," kata Uu saat mengikuti puncak acara World Cleanup Day 2019 di Hutan Kota Bekasi, Sabtu, 21 September 2019.

WCD diperingati jutaan relawan di seluruh penjuru Indonesia dan 144 negara lainnya. Tahun ini, WCD Indonesia mengusung tema 'Cleanup for Peaceful Indonesia' bertepatan 21 September sebagai Hari Perdamaian Internasional.

Menurut Wagub Uu, World Cleanup Day bisa menjadi momentum untuk memicu kepedulian masyarakat terhadap masalah sampah. "Kami juga bangga bahwa Kota Bekasi menjadi lokasi utama upacara penutupan World Cleanup Day 2019 secara nasional," kata dia.

Uu berharap akan semakin banyak gerakan edukasi tentang cara bijak kelola sampah yang disampaikan oleh para pakar di bidang tersebut. Terutama  sampah plastik yang mencemari lautan. Karena, hal itu bisa berpengaruh terhadap kualitas pesisir dan hasil laut.

“Sektor pariwisata dan perikanan Jawa Barat akan terpengaruh jika sampah plastik semakin banyak di lautan,” ujar Uu.

Pada acara itu, Uu juga memperkenalkan berbagai program unggulan Pemerintah Daerah Provinsi (Pemdaprov) Jabar untuk menciptakan Clean and Green Environment,  dengan revitalisasi Sungai Citarum lewat Citarum Harum yang merupakan progam kerja sama antara pemerintah pusat, daerah, masyarakat, dan TNI/ Polri.

Selain itu, ada program Waste To Gold bekerja sama dengan Pegadaian yang memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk menukar sampah terutama sampah plastik dengan emas.

Pemprov Jabar juga telah menandatangani kerja sama dengan perusahaan asal Inggris, Plastic Energy, untuk pembangunan pengolahan sampah plastik menjadi biodiesel di lima daerah yakni Bogor, Bandung Raya, Bekasi, Tasikmalaya, dan Cirebon.

Ada pula penerapan Mechanical Biological Treatment (MBT) sebagai teknologi dalam pengelolaan sampah di TPPAS Lulut Nambo.

"Ini adalah pertama kalinya teknologi ini diterapkan di Indonesia sebagai komitmen kami dalam menerapkan Waste To Energy," kata Uu.

Pemprov Jabar mengambil alih penanganan pencemaran Sungai Cileungsi dari Pemkab Bogor, demi memberikan pelayanan terbaik bagi warga Kabupaten Bogor dan Kota Bekasi. Nantinya, akan dibentuk SK Gubernur sebagai payung hukum yang menaungi Satuan Tugas Sungai Cileungsi.

Pemprov Jabar pun terus menggencarkan sosialisasi pengolahan sampah melaui proses reuse, reduce, dan recycle.

"Termasuk pembatasan penggunaan plastik sebagai kantong belanja, pengurangan dan penghilangan sedotan plastik, juga pengurangan tempat makan/ minum  dari plastik," kata  Uu. (*)


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT