Pedagang Bersyukur Pasar Kenari Usai 2 Bulan Sepi Kini Ramai
TEMPO.CO | 21/09/2019 16:38
Warga saat memilih buku di Toko Buku Jak Book, Pasar Kenari, Jakarta, Selasa, 30 April 2019. Usai diresmikan oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Masyarakat antusias berburu buku murah di Jak Book. TEMPO/Hilman Fathurrahman W
Warga saat memilih buku di Toko Buku Jak Book, Pasar Kenari, Jakarta, Selasa, 30 April 2019. Usai diresmikan oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Masyarakat antusias berburu buku murah di Jak Book. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

TEMPO.CO, Jakarta -Setelah sebelumnya dikeluhkan para pedagang karena sepi pengunjung, kini Pasar Buku Kenari atau dikenal Pasar Kenari di Jakarta Pusat mulai ramai didatangi masyarakat.

Mereka yang berkunjung dan berburu buku mayoritas merupakan mahasiswa.

"Alhamdulilah mulai ramai, di bulan-bulan awal buka memang sepi, tapi sekarang sudah lumayan," ujar Sapri, salah seorang pedagang yang Tempo temui di lapaknya, Pay Book, Sabtu, 21 September 2019.

Sapri menjelaskan Pasar Jaya, selaku pemilik Pasar Buku, kerap mengadakan acara seperti diskusi dan bedah buku di lokasi tersebut. Hal ini sekaligus mempromosikan Pasar Buku Kenari kepada masyarakat.

Selain itu, Sapri menjelaskan kondisi tempat yang ber-AC, memiliki ruang baca, kafe, serta wifi gratis membuat pengunjung betah berlama-lama di Pasar Buku Kenari. Ia juga menjelaskan biaya sewa di sana lebih murah dibanding saat berdagang di Kwitang, Jakarta Pusat, yakni hanya Rp 300 ribu per bulan untuk lapak seluas 3 x 1,5 meter.

"Sekarang pendapatan bisa Rp 1,5 juta per bulan, itu sudah bersih," ujar Sapri yang menjual buku berjenis novel, kamus, dan teori hukum.

Sanusi, pedagang lain di Pasar Buku Kenari juga mengatakan hal yang sama. Menurut dia kondisi toko saat ini sudah mulai ramai pengunjung. Pada akhir pekan, Sanusi mengatakan jumlahnya yang datang meningkat dua kali lipat dibanding hari biasa.

"Lumayan, ada aja yang pesan buku ke saya," ujar Sanusi yang menjual buku Al Quran dan yasin.

Sebelumnya, beberapa pedagang di Pasar Buku Kenari mengeluhkan sepinya pengunjung pasca Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan membuka lokasi tersebut pada April 2019.

Suasana sepi di sentra buku Pasar Kenari, Salemba, Jakarta, Rabu, 21 Agustus 2019.

Mereka mengatakan sepinya pasar yang terletak di lantai 3 itu karena lokasi pasar sebelumnya merupakan gedung kosong. Sehingga belum banyak yang mengetahui soal Pasar Buku Kenari.

Sebagian besar pedagang di lokasi itu berasal dari sentra buku Pasar Senen dan Kwitang, Jakarta Pusat.

Dari pantauan Tempo pada Sabtu siang, Pasar Buku Kenari (Pasar Kenari) dilengkapi beragam fasilitas, seperti ruangan berpendingin udara, tempat membaca baik lesehan dengan rumput imitasi maupun meja serta kursi, pujasera, ATM, hingga fasilitas pendidikan anak usia dini (PAUD). Tempat itu terlihat ramai oleh mahasiswa dan keluarga yang berkunjung untuk menghabiskan akhir pekan.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT