TNI Tunjuk Putra Asli Papua Jadi Pangdam Cendrawasih
TEMPO.CO | 18/09/2019 00:05
Seorang anggota TNI membantu wanita hamil korban kecelakaan di Pulau Biak, Biak Numfor, Papua, 13 November 2015. Dalam melaksanaan pengamanan, Korem 173/PVB berfungsi sebagai Komando Pelaksana Operasi (Kolakops) dibawah Kodam XVII/Cenderawasih yang menjal
Seorang anggota TNI membantu wanita hamil korban kecelakaan di Pulau Biak, Biak Numfor, Papua, 13 November 2015. Dalam melaksanaan pengamanan, Korem 173/PVB berfungsi sebagai Komando Pelaksana Operasi (Kolakops) dibawah Kodam XVII/Cenderawasih yang menjalankan dua operasi yaitu Pengamanan Daerah Rawan dan Pengamanan Pulau Terluar. ANTARA/Akbar Nugroho Gumay

TEMPO.CO, Jakarta - Mayor Jenderal TNI Herman Asaribab dilantik menjadi Panglima Kodam XVII/Cendrawasih. Ia menggantikan Mayor Jenderal TNI Yosua Panit Sembiring yang selanjutnya ditarik menjadi Perwira Staf Ahli Tingkat III Bidang Sosial, Budaya, Hukum, dan Narkoba Panglima TNI.

Serah terima jabatan Pangdam Cendrawasih dipimpin langsung oleh Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Andika Perkasa di Kota Jayapura, Papua pada hari ini, Selasa 17 September 2019. Ini kali pertama sertijab dilaksanakan di Markas Kodam XVII/Cenderawasih, Papua.

"Ini sekaligus kunjungan kerja Kasad, serta memberikan pengarahan kepada anggota dan Persit yang bertugas di wilayah Kodam XVII/Cenderawasih," ujar Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat Brigadir Jenderal TNI Candra Wijaya melalui keterangan tertulis, pada Selasa, 17 September 2019.

Herman yang merupakan putra asli Papua tersebut sebelumnya menjabat sebagai Pangdam XII/Tanjungpura. Ia juga pernah bertugas menjadi Perwira Staf Ahli Tingkat III Bidang Banusia Panglima TNI (2017) dan Kepala Staf Kodam XVII/Cenderawasih (2015). 

"Hal ini menunjukkan bahwa di TNI, setiap prajurit memiliki kesempatan dan peluang yang sama untuk mengembangkan pendidikan, karir, prestasi, dan menempati posisi strategis tanpa diskriminasi," ucap Candra.

 


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT